Turun ke jalan, mahasiswa Solo kecam Israel blokade masjid Al-Aqsa

Mahasiswa Solo kecam blokade Masjid Al-Aqsa oleh Israel. ©2017 merdeka.com/arie sunaryo

SI – Aksi blokade Masjid Al-Aqsa yang dilakukan Israel sudah sepekan berlangsung. Meski sudah dibuka, namun warga Palestina masih kesulitan untuk memasuki tempat suci tersebut.

Prihatin dengan kondisi tersebut, ratusan pemuda dan mahasiswa peduli Palestina menggelar aksi solidaritas di Bundaran Gladag, Solo, usai salat Jumat (21/7). Mereka membentangkan spanduk dan poster yang berisi kecaman terhadap kekejaman zionis Israel itu.

“Inilah kondisi terburuk setelah pembakaran tahun 1969, untuk pertama kalinya masjid Al-Aqsa ditutup total. Tak hanya itu, dalam sebuah insiden, imam besar masjid Al-Aqsa ditembak polisi Israel saat pembubaran demonstran,” teriak Ridwan, koordinator aksi saat berorasi.

Ridwan mengatakan, meski telah dibuka, warga Palestina tetap menolak memasuki masjid. Pasalnya harus melewati detektor logam dan kamera pengawas. Sehingga warga Palestina tetap berada di depan Gerbang Singa (Lion Gate) hingga Israel mencabut alat detektor dan kamera tersebut.

“Oleh karena itu, pada hari ini, kami semua memenuhi panggilan Allah, merespon kejahatan kemanusiaan dan penistaan terhadap kesucian umat Islam oleh Zionis Israel. Ini sebagai bentuk perjuangan dan keprihatinan serta kecaman terhadap Israel,” jelasnya.

 

[msh]

Komentar

Komentar Anda