Ini Jawaban Viral Senjata PGI (Pelontar Granat Infantery) yang dimiliki Brimob Polri, Tidak Mempan Mengenai Tank YA

Seruindonesia.com – Beberapa waktu yang lalu, telah beredar video tentang penggunaan senjata PGI (pelontar granat infantery) yang diunggah melalui Youtube dengan akun bernama ‘life hacking’. Dalam video tersebut sangat jelas penggunaan senjata PGI (pelontar granat infantery) tidak ditujukan untuk kendaraan ataupun tank.

Senjata PGI (pelontar granat infantery) tersebut digunakan untuk melumpuhkan pasukan lawan (orang) bukan untuk tank (kendaraan). Apabila tank ditembak menggunakan PGI maka tidak berpengaruh terhadap tank tersebut.

Tim BeritaCenter.com juga sudah menghubungi pihak yang telah mengunggah ke Youtube. Namun, sampai saat ini pihak yang bersangkutan juga belum mengkonfirmasi atau dengan kata lain belum ada balasan kepada tim BeritaCenter.com.

Penggunaan senjata PGI untuk POLRI itu sendiri juga tidak disalahkan, hal itu dikarenakan TNI dan POLRI masuk dalam komponen utama dalam aspek SISHANKAMRATA.

Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta atau yang disingkat SISHANKAMRATA adalah suatu Sistem Pertahanan Keamanan dengan Komponen yang terdiri dari seluruh potensi, kemampuan, dan kekuatan Nasional yang bekerja secara total, integral serta berlanjut untuk mewujudkan kemampuan dalam upaya Pertahanan Keamanan Negara.

Mari kita simak lebih lanjut tentang SISHANKAMRATA. SISHANKAMRATA merupakan amanat Konstitusi yang didasari oleh :

UUD Tahun 1945 yaitu “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Dalam Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara”.

Negera mempunyai beberapa komponen dalam upaya mewujudkan pertahanan nasional rakyat semesta, yaitu :

Komponen Dasar, rakyat terlatih sebagai komponen dasar yang mampu melaksanakan ketertiban umum, perlindungan keamanan, serta perlawanan rakyat dalam rangka mempertahankan Stabilitas dan keamanan negara.

Komponen Utama, Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia sebagai komponen utama dalam aspek sishankamrata.

Komponen Khusus, masyarakat sebagai komponen khusus mempunyai fungsi menanggulangi bencana perang, bencana alam, atau bencana lainnya yang mengakibatkan kerugian jiwa dan harta benda. Seperti linmas dan hansip.

Jadi sangat jelas bukan? Polisi juga bisa dan diakui dalam konvensi jenewa bila negara diserang dan polisi menyatakan dirinya sebagai belligerent maka sah hukumnya untuk panggul senjata bukan hanya tentara aja. Buruh tani, nelayan, tukang ojek juga boleh ketika dalam darurat dan memang negara membutuhkannya.

ini videonya:

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 9512 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video