Silaturahmi dengan Aktivisi Perempuan,Kapolri Jelaskan Empati Polri terhadap Korban Perkosaan

Seruindonesia.com – Bertempat di kediaman dinas Kapolri jenderal Tito Karnavian, digelar silaturahmi dan dialog Kapolri bersama organisasi Pemerhati Isu Perempuan dan Gender,Senin sore(23/10).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dans penuh keakraban ini membahas pernyataan Kapolri yang dikutip oleh BBC dgn judul Tito Karnavian : Korban Perkosaan Bisa ditanya oleh Penyidik “Apakah Nyaman selama Perkosaan ?”

Dalam Sambutanya Kapolri mengatakan statemen tersebut tidak sesuai dengan yang disampaikan Kapolri saat wawancara yang menggunakan bahasa Inggris. Ditambahkan Tito, Dampak dari berita itu mengakibatkan adanya protes dari beberapa LSM yang intinya keberatan dengan komentar Kapolri tersebut.

Kapolri menjelaskan bahwa ketika reporter BBC, Rebecca Hensckhe yang menanyakan beberapa topik antara lain perkembangan terorisme di Indonesia dan penangkapan Spa Gay di Jakarta Pusat, yang Kemudian berkembang ke pertanyaan tentang pemerkosaan, dan Kapolri menyampaikan : pada beberapa kasus, penyidik dapat menanyakan kpd korban “apakah korban merasa comfortable” ketika peristiwa tsb terjadi. Hal ini bertujuan uutuk mengetahui kondisi psikis korban pada saat kejadian guna memperkuat pembuktian karena ada kasus pemerkosaan yang terjadi dimana antara korban dan pelaku sudah saling kenal dan pernah melakukan hubungan badan sebelumnya. BBC menterjemahkan pernyataan Kapolri dgn tidak tepat sehingga terkesan Kapolri tidak memiliki empati kepada korban perkosaan.

s
Setelah mendengar penjelasan Kapolri seluruh hadirin memahami bahkan mendukung konsep Kapolri utk meningkatkan kemampuan penyidik kasus kekerasan terhadap perempuan melalui pelatihan dilaksanakan bekerja sama dgn LSM Pemerhati Perempuan dan Gender.

Diakhir sambutanya, Tito akan menindaklanjutinya dengan membuat TR agar terdapat persamaan penanganan mulai dari Tingkat Mabes hingga Polsek Serta akan dibuat MOU.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, 67 orang aktivis pemerhati isu perempuan dan gender,diantaranya Ibu Pertiwi Rusmanhadi (DERAP WARAPSARI), Ibu Wulandari Danoekoesoemo (Lentera Sintas Indonesia), dan Ibu Netty Prasetyani Achmad Heryawan (istri Gubernur Jabar, anggota Maju Perempuan Indonesia / MPI), yang mewakili 18 organisasi wanita.

Sementara itu, Dalam pertemuan Kapolri didampingi Kabareskrim Polri, Kadiv Propam Polri, Karo Penmas Div HUmas Polri, Wakapolda Metro Jaya, penyidik tindak pidana terhadap Perempuan dan Anak di Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.(*)

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12314 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video