Kisah Hidup Salipudin Membuat Dedi Mulyadi Berderai Air Mata

Seruindonesia.com – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pribahasa itu, mungkin cocok untuk menggabarkan kisah hidup yang dialami Salipudin (27)‎, warga Desa Cikulak, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon.

Sejak lima tahun terakhir, kondisi badannya sangat memprihatinkan. Kedua kakinya membusuk, akibat luka yang diderita setelah dirinya menjadi korban kecelakaan lalulintas beberapa waktu lalu. Secara fisik pun, kondisinya sangat mengenaskan. Sekilas, badannya itu hanya sebatas tulang yang dibalut kulit.

Selama ini, Salipudin hidup sebatang kara ‎dan tinggal di sebuah ruangan bangunan bekas madrasah yang ada di desa tersebut. Dia, tak punya sanak saudara. Untuk bertahan hidup, dirinya hanya mengandalkan belas kasihan dari tetangganya.

Kisah pilu yang dialami Salipudin, diketahui oleh Calon Wakil Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi‎. Ya, saat dirinya berkunjung ke daerah itu untuk memenuhi undangan pengajian dari warga sekitar bersama Ustad Soleh Mahmud, Kamis (25/1/2018) malam. Sesaat telah kegiatan selesai, dia ditarik oleh warga untuk melihat langsung kondisi Salipudin.

“Pak, mohon waktunya. Kami minta tolong, ada warga kami yang sudah lima tahun ini kakinya membusuk Pak,” ujar Bayu (35) pemuda yang mengajak Dedi ke tempat Salipudin berada.

Menurut cerita tetangganya, ‎Salipudin ditemukan oleh warga di pinggir sungai yang ada di daerah itu dalam kondisi penuh luka. Kabarnya, ia mengalami kecelakaan bersama ibunya di Bekasi, beberapa waktu lalu. Nahas, saat kejadian itu ibunya meninggal dunia.

Melihat kondisi Salipudin, ditambah mendengar cerita dari tetangganya, ‎Kang Dedi pun tak tak kuat menahan air mata. Kesedihan mendalam tergambar dari wajah pria nyentrik itu.

Ada yang lebih membuatnya sedih, yakni saat melihat kondisi Salipudin yang hanya tidur beralaskan kayu bekas peti buah tanpa mengenakan pakaian apapun. Dia terbaring hanya dengan ditutupi sehelai kain lusuh.

Saat itu juga, Dedi pun membujuk Salipudin supaya mau dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Awalnya, dia menolak. Setelah terus dibujuk, akhirnya Salipudin bersedia untuk dibawa ke Rumah Sakit.

“Salipudin harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Dia juga harus diberi rumah yang layak, tidak boleh ditempatkan di sini,” ujar Dedi yang masih terlihat berkaca-kaca.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12483 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video