Animo Menjadi Anggota Polri Membeludak, Polri Ingatkan “Penembak di Atas Kuda”

Seruindonesia.com – Animo masyarakat untuk menjadi anggota Polri rekrutmen 2018 membeludak. Ribuan orang beradu nasib masuk polisi melalui jalur Akademi Kepolisian, bintara, dan tamtama sejak pendaftaran online dibuka pada 26 Maret lalu.

Pendaftaran ini akan ditutup malam nanti Rabu (11/4) pukul 23.59 WIB. Setelah mendaftar online para pendaftar diwajibkan untuk melalukan registrasi ulang maksimal pada Kamis (12/4) besok di jam kerja di polres-polres setempat.

Berdasarkan data yang diterima hingga Rabu sore, animo yang mendaftar online—masing-masing—untuk Akpol ada 13.322 orang, bintara tugas umum 125.866 orang, dan bintara teknik informatika 3.381 orang.

Lalu bintara musik 324 orang, bintara kimia 830 orang, bintara penerbangan 627 orang, bintara perkapalan 648 orang, dan tamtama 12.259 orang. Tak semua yang telah mendaftar online ini telah melakukan verifikasi faktual.

“Yang sudah melakukan verifikasi faktual tentu tak sebanyak yang mendaftar online. Hingga Rabu sore ini, misalnya, untuk Akpol ada 5.367 orang, untuk bintara tugas umum ada 70.768 orang, dan tamtama ada 5.605 orang,” kata Asisten Sumber Daya Manusia Irjen Arief Sulistyanto dalam keterangannya Rabu (11/3).

Arief kembali mengingatkan para calon polisi ini untuk berkompetisi secara sehat. Yang nekat masuk dengan cara sponsorship, katabalece, dan titip-menitip akan dicoret. Arief menegaskan masuk polisi gratis 100 persen.

“Jangan percaya jika ada yang menjanjikan bisa memberikan jalur tol pasti lulus dengan membayar. Itu pasti penipuan oleh oknum polisi atau mereka yang mengaku dekat polisi. Rekrutmen dilakukan secara bersih, trasparan, akutanbel, dan humanis (Betah),” lanjut Arief.

Mereka yang menjanjikan bisa masuk polisi dengan membayar, masih kata Arief, dikenal dengan istilah “menembak di atas punggung kuda” alias untung-untungan. Maksudnya adalah calon siswa itu sebenarnya lolos karena kemampuannya sendiri tapi para calo itu mengklaim itu adalah jasa mereka.

“Bila ada yang mendatangi calon, orang tua calon, baik dari oknum Polri atau non-Polri, yang berjanji membantu atau meluluskan dengan meminta uang atau materi agar ditangkap dan diserahkan ke polres atau polsek terdekat,” imbuh Arief.

Arief melanjutkan para panitia rekrutmen sudah di sumpah dan diawasi. Mereka juga sudah menandatangani pakta integritas. SSDM Polri juga sudah berbenah sejak 2017 dan berharap para calon, orang tua, wali, dan pihak-pihak yang terlibat untuk berkompetisi secara fair.

Animo yang besar ini tentu memancing kerawanan karena tak sebanding dengan jumlah yang akan diterima. Tahun 2018 ini Polri hanya merekrut sekitar 9.000 personel.

Rinciannya 250 orang jalur Akpol, 8.400 bintara (semua fungsi), tamtama Brimob 300 orang, dan perwira sumber sarjana 50 orang.

Sumber: beritasatu.com

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 10490 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video