Bareskrim Polri Bongkar Prostitusi Online, Barang Buktinya mencengangkan! Ada Tepukan Lalat!

Jakarta – Polri terus meningkatkan kinerjanya khususnya dalam kejahatan dunia maya. Hal ini dibuktikan dengan adanya dari pihak Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melaksanakan konfrensi press pengungkapan tindak pidana Pornografi dan Prostitusi Online. Pasalnya Polisi telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana Pornografi dan Prostitusi Online melalui media sosial Twitter dengan akun Mist Clara Maniez @Onenk_Lemot, Senin (14/05/18).

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes. Pol Dani Kustoni, S. H., S. I. K., M. hum. mengatakan pelaku NYM / 31 tahun (Pekerjaan SPG Komestik) ibu 2 anak di tangkap terkait Pornografi dan Prostitusi online yang sudah 2 tahun melakukan Aktivitas Pornografi / Prostitusi Online BDSM (Bondage and Discipline (BD), Domination and Submission (DS), Sadism and Masochism (SM) .

Penangkapan ini dilakukan di Apartement Kalibata City Tower Flaboyan kamar 06AU Jl. Kalibata Raya, Rawa Jati, Pancoran Jakarta Selatan.

Kombes Pol Dani Kustoni juga membeberkan, dari tangan pelaku Polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti yakni 5 (lima) buah kondom merk fiesta dan Sagami, 1 (satu) buah gunting berwarna hitam, 1 (satu) buah atm BCA gold nomor 5307 9520 0322 7965, 1 (satu) buah rantai anjing, 5. 1 (satu) dokumen BCA an. NYM, 1 (satu) buah penggaris ukuran 30 cm berwarna hijau, 1 (satu) buah tepukan alat lalat berwarna pink, 1 (satu) dos lilin, Tali jemuran warna hijau, 1 (satu) korek gas warna orange, 1 (satu) buah lakban bewarna coklat, 2 (dua) buah celana dalam bewarna ungu dan bewarna merah, 2 (dua) BH bewarna Hitam, 3 (tiga) buah pakaian lingerie bewarna hitam, kuning, dan ungu, dan 2 (dua) buah jepitan jemuran bewarna hijau dan merah.

“Iya kita berhasil amankan pelaku lengkap dengan barang buktinya,”ucap Kombes Pol Dani Kustoni.

Selain itu, Lanjut Dani Kustoni Atas perbuatan tersebut, pelalu kita jerat dengan Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) dan atau Pasal 30 Jo Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan atau
Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Atas perbuatanya pelaku terancam Dengan hukuman penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp6.000.000.000,00,”tutup Dani Kustoni

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 6037 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video

Jadikan Komentar yg Pertama

Tinggalkan Komentar

Email anda tidak akan ditampilkan.


*