Sudjiwo Tedjo Kirim Pesan ke Kapolri Tito Karnavian soal Teror Sirine Patwal VVIP

Seruindonesia.com – Budayawan Sudjiwo Tedjo mengirimkan pesan kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter@sudjiwotedjo yang diunggah pada Rabu (20/6/2018).

Sudjiwo Tedjo melaporkan jika di berbagai daerah masih banyak teror sirine pengawalan (Patwal) VVIP atau VIP.

Sudjiwo Tedjo yang tengah berada di Bali bahkan mengaku sudah mendengar sirine tersebut di jam-jam padat sore hari.

Lebih lanjut, Sudjiwo Tedjo mengusulkan agar teror sirine dihentikan.

Ia pun mengatakan kepada Tito, apabila orang VVIP atau VIP terburu-buru, sebaiknya diminta berangkat sehari sebelumnya saja.

@sudjiwotedjo: Utk Pak Kapolri Jenderal Tito, di daerah masih bnyk teror berupa sirene patwal VVIP/VIP.

Jam segini aja di Kuta yg padat ini ud 2 kali saya dengar.

Usul saya, bila VVIP/VIP ingin dicintai rakyat, hentikan teror sirine ini.

Kalau mrk buru2, suruh berangkat kemarin aja Jenderal.

Postingan Sudjiwo Tedjo
Postingan Sudjiwo Tedjo (Capture/Twitter)

Postingan Sudjiwo Tedjo itu pun ramai dikomentari netizen.

Sebagian mengatakan jika sirine tersebut menganggu.

@mpujayaprema: Biasanya gak ada teror sirene itu.

Mungkin ngeledek mbah aja yg gak kulo nuwun ada di Bali..

@igogoigo: Jalan di Cihampelas, Bandung pun sama mbah.

Udh tau padet jalannya, maksa aja itu yg pake sirine.

@meeka_mo: hahaha.. polusi suara.
dari kecil saya mengalami polusi suara yg sama mengganggunya sperti suara sirene patwal tapi ga berani komplain.

@Abe_Space: Sirinex sangat mengganggu… ato usul sirine di ganti dg lagu biar dak bosan dengarx… lumayan klo macet terhibur.

@muliaadi10: Ku pernah debat jg masalah ini di twitter dgn warga twitland dan argumen dia dgn entengnya bilang:

“kan mereka dibayar buat ngawal ya ga masalahlah” *gigit2 taplak meja.

@made_Alamsta: Pernah hampir ke tabrak di jalan oleh para VVIP/VIP, karena ngak mau minggir.

Sementara itu, diberitakan Kompas.com,penggunaan sirine di jalan raya telah diatur dalam undang-undang.

Yakni Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Penggunaan lampu isyarat disertai sirine sesuai pasal 134 dan 135, boleh dipasang pada kendaraan yang mendapatkan hak utama.

Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut:

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.

b. Ambulans yang mengangkut orang sakit.

c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.

d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia.

e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.

f. Iring-iringan pengantar jenazah.

g. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kemudian pada pasal ke 135 pasal 1, disebut kalau kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene.

Jika sudah mengetahui dasar hukumnya, perlu juga paham soal peruntukkan warna pada lampu isyarat atau strobo.

Terkait hal ini, tertera di Pasal 59 ayat 5 masih di UULLAJ nomor 22 tahun 2009, dan berikut bunyinya:

a. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

b. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah.

c. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Sumber:Tribunnews.com

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 7762 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video