Kabid Humas Papua : Helikopter di Nduga Droping Bahan Makanan Ditembaki KKB

Seruindonesia.com – Papua, Isu penyerangan menggunakan bom saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB) di Kabupaten Nduga, Papua, Kabid Humas Polda Papua Kombespol AM. Kamal membantahnya dengan tegas.

Namun Ia membenarkan saat ini TNI-Polri melengkapi diri dengan senjata karena berhadapan dengan KKB, yang juga memeiliki senjata standar militer.

Menjawab tentang penggunaan Helikopter di Nduga, AM Kamal mengatakan bahwa penggunaan helicopter disana untuk mengirimkan bahan makanan ke beberapa titik keberadaan personil. Tidak lama kemudian di sekitar lokasi, kontak senjata antara personil BKO Brimob dengan KKB terjadi. Dikarenakan situasi tidak memungkinkan, helikopter pun kembali ke Pos Polisi Nduga.

Kontak tembak terjadi yang kedua kalinya setelah Helikopter kembali untuk mengirimkan bahan makanan ke beberapa titik keberadaan personil Brimob yang sampai saat ini masih berada di Nduga pasca penembakan terhadap pesawat dan masyarakat yang dilakukan oleh KKB sebelum pemungutan suara.

“Jadi, Helikopter yang digunakan di Nduga untuk mendroping bahan makanan kepada personil yang berada di beberapa titik, namun ditembaki oleh KKB, kita ditembak terlebih dahulu, dan tidak ada penggunaan bom kepada KKB,” Terang Kabid Humas.

Dirinya menambahkan bahwa sampai saat ini situasi di Nduga kondusif, aktifitas berjalan dengan normal baik di pasar dan di perkantoran, untuk anak-anak sekolah memang saat ini masih libur sehingga tidak ada aktifitas, jelasnya.

Isu yang beredar tentang adanya korban jiwa dari masyarakat dan operasi besar-besaran, Kabid Humas mengatakan itu tidak benar, sasaran penegakan hukum ditujukan kepada KKB serta memperketat penjagaan untuk melindungi masyarakat di Nduga, karena tindakan yang dilakukan KKB semakin brutal dengan menembaki siapa saja termasuk warga, anak kecil dan pesawat.

“Polda Papua terus melakukan pengejaran intensif terhadap KKB yang ada di wilayah Alguru, bukan terhadap masyarakat, kami juga punya SOP, dan ini bukan operasi besar-besaran, ini murni penegakan hukum, jadi kepada seluruh elemen masyarakat saya minta untuk mendukung tindakan penegakan hukum terhadap KKB, jangan melindungi orang-orang yang melakukan kejahatan Kemanusian,” imbuhnya.

Kepada seluruh elemen masyarakat, elit politik, aktifis HAM, pejabat pemerintah, Kabid Humas meminta untuk tidak membuat gaduh situasi, serahkan hal ini kepada aparat keamanan karena ini adalah tugas TNI dan Polri untuk menjaga dan melindungi warga negara sesuai dengan amanat undang-undang, tutupnya.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 7762 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video