Profil Johanes Kotjo, Termasuk 150 Orang Terkaya dan Akhirnya Dicokok KPK

Seruindonesia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menangkap bos Apac Group Johanes B Kotjo dalam operasi tangkap tangan (OTT) Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih (EMS), Jum’at (13/7). Johanes Kotjo merupakan pihak yang diduga memberikan suap kepada Eni Maulani.

Siapakah Johannes Kotjo? Dikutip dari berbagai sumber, Johannes B Kotjo merupakan konglomerat yang masuk salah satu dari 150 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai USD267 juta pada 2016.

Pemberian uang dari Johanes Kotjo kepada Eni Saragih disinyalir berkaitan dengan proyek PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Riau. Proyek pembangkit listrik itu masuk dalam proyek 35.000 megawat (MW).

Berdasarkan penelusuran awak media, sejumlah konsorsium yang terdiri dari BlackGold, PT Pembangkitan Jawa-Bali, PT PLN Batubara (PLN BB) dan China Huadian Engineering Co, Ltd. (CHEC) memang tengah menggarap proyek PLTU di Riau.

Johanes Kotjo diketahui merupakan salah satu pemegang saham di BlackGold. Perusahaan itu bergerak di bidang energi multinasional.

Pernah Ditahan Polri

Sebelum dicokok KPK, Johannes B Kotjo pernah juga mendekam di tahanan Mabes Polri pada Maret 2001. Polisi menahan Johannes B. Kotjo setelah dijadikan tersangka dalam kasus penggelapan dan penipuan. Penahanan tersebut adalah kelanjutan dari pengembangan kasus pengambilalihan PT Kanindotex milik Robby Tjahjadi.

Dalam kasus tersebut Johannes diduga melakukan penggelapan dan penipuan dana sebesar US$ 70 juta. Kasus ini naik ke permukaan setelah Robby sebagai saksi pelapor menyampaikan skandal tersebut ke Mabes Polri.

Sebelumnya, Johannes bersama rekannya -yang tergabung dalam Asia Pacifik Century (APAC) Inti Corpora- Bambang Trihatmodjo, Bambang Riyadi Soegomo, dan Wisnu Suhardono sudah digugat Robby ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Persoalan ini bermula pada 1995, ketika konsorsium Kotjo berniat mengambil alih Kanindotex. Kala itu, perusahaan tekstil milik Robby tengah dililit utang sedikitnya Rp 936 miliar. Agar usaha ini berjalan, konsorsium berjanji menyuntik dana segar. Bantuan sebesar Rp 539 miliar akan dipakai untuk meningkatkan kapasitas produksi dan untuk modal kerja sebesar Rp 170 miliar. Namun, sejalan dengan krisis ekonomi, Kanindotex -yang kini dikenal sebagai APAC Inti Corpora- ikut terpuruk. Ujung-ujungnya, perusahaan ini masuk ke dalam daftar pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 9536 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video