Ada Isu Pengerahan Massa, Padepokan PSHT di Madiun Dijaga Polisi

Seruindonesia.com – Padepokan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak Kota Madiun, dijaga ketat polisi. Selain dijaga 3 kompi personel Polresta Madiun, puluhan TNI yang membawa tameng juga diterjunkan.

Informasi yang dihimpun, penjagaan ini disebabkan ada isu pengerahan massa. Pasalnya ada konflik internal terkait kepemimpinam ketua umum PSHT. Saat ini ada dua kubu yang saling mengklaim sebagai ketua umum PSHT yakni R Moerdjoko HW dan juga M Taufik.

Diketahui Parapatan Luhur (Musyawarah Besar) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) telah dilakukan Maret 2016. Majelis Luhur memutuskan Dr HM Taufik, Deputy Menteri Koperasi dan UKM menjadi Ketua Umum PSHT masa bakti 2016-2021.

Namun dari pihak kubu Kepemimpinan R Moerdjoko HW juga membuat keputusan parapatan leluhur tahun 2017.

“Jumlah personel ini untuk pengamanan adanya dua massa di sekitar padepokan,” kata Kasubag Humas Polresta Madiun AKP Ida Royani kepada detikcom di lokasi, Minggu (12/8/2018).

Dari pantauan detikcom, saat ini dilakukan mediasi sesepuh kedua kubu di dalam padepokan. Sementara massa dari dua kubu berada dalam jarak 100 meter dari padepokan. Sementara polisi berada di tengah-tengah massa.

Sempat terdengar teriakan dari kubu Kepemimpinan R Moerdjoko HW bahwa kubu Taufik merusak
pintu gerbang padepokan yang sudah dikunci. Pihak kepolisian langsung mengajak massa mundur menjauh dari padepokan.

Sementara sejak pukul 17.00 WIB massa dua kubu sudah berkumpul. Mereka datang dari berbagai daerah sejak pagi.

Sumber: Detik.com

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 8273 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video