Begini Perjuangan Bangun Jalan Perbatasan di Kalimantan

Seruindonesia.com – Pemerintah membangun jalan perbatasan negara di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Jalan tersebut dibangun meliuk tembus hutan lebat, yuk intip proyeknya.

Pembangunan jalan perbatasan sebagai wujud Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla membangun Indonesia dari pinggiran dalam kerangka negara kesatuan. Di Pulau Kalimantan, pembangunan jalan paralel perbatasan ditargetkan tersambung pada akhir 2019. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan Ditjen Bina Marga Refly Ruddy Tangkere menyampaikan jalan paralel perbatasan di Kalimantan sepanjang 1.920 km. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.
Jalan yang berada di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 824 km dan Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 244 km. Totalnya ada 1.068 kilometer jalan perbatasan di Provinsi Kaltim dan Kaltara. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.
Dari total 1068 km jalan perbatasan di Kaltim dan Kaltara, masih 185 km yang belum tembus, yakni 126 kilometer di Kaltara dan 59 kilometer di Kaltim. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.
Jalan yang belum tembus ditargetkan bisa tersambung dan fungsional pada akhir 2019 dengan kondisi sebagian beraspal, sebagian perkerasan agregat, dan perkerasan tanah. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.
Salah satu ruas jalan paralel perbatasan Kaltim yang saat ini tengah dikerjakan adalah ruas Batas Kalbar-Tiong Ohang sepanjang 15 Km. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.
Pada ruas ruas Batas Kalbar-Tiong Ohang dilakukan pembukaan badan jalan yang dibantu oleh Zeni TNI AD. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.
Saat ini kondisi ruas Batas Kalbar-Tiong Ohang sepanjang 15 Km. sudah tembus seluruhnya dengan kondisi masih berupa jalan tanah. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.
Ruas jalan ini merupakan salah satu dari enam paket pekerjaan pembangunan jalan perbatasan di Kaltim dan Kaltara dengan panjang 132 km senilai Rp 330,72 miliar yang kontraknya ditandatangani Januari 2018. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.
Kementerian PUPR tengah membangun duplikasi jembatan gantung dengan bentang 120 meter yang menghubungkan Kampung Tiong Ohang dan Long Krioq di Kecamatan Long Apari yang terpisahkan oleh Sungai Mahakam. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.
Pembangunan jembatan gantung tersebut bertujuan untuk mengurangi beban jembatan gantung yang sudah ada tidak jauh dari lokasi pembangunan. Tantangan terbesar dalam pembangunan jembatan tersebut adalah distribusi bahan material yang harus didatangkan dari Jakarta. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.
Jembatan gantung Tiong Ohang lama yang saat ini masih eksis. Istimewa/Dok. Kementerian PUPR.

Sumber: Detik.com

 

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12483 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video