Ajaib dan Hebatnya Polisi Indonesia

Seruindonesia.com – Dari soal soal sepele, kata Holmes. Ulah Ratna Sarumpaet mengkonstruksi kisah penganiayaan dirinya memang begitu dramatis. Menjadi news item di antara berpuluh news item yang lain.

Foto raut wajahnya yang lebam viral. Medsos gaduh.

Sejumlah politisi pun mengumpat dengan emosional. Mengingat posisi dia sebagai jurkam salah satu pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019.

Kita bersyukur polisi Indonesia bergerak cepat menyelidiki “cerita” itu.

Tak terbayangkan apa yang terjadi jika sandiwara kebohongan Ratna itu tak segera terungkap, lalu diamplifikasi sedemikian rupa dan menimbulkan dampak politis yang sistemik. Kamis (4/10/2018) dia ditangkap Polisi Metro Jaya.

Dan tiba-tiba saya teringat kisah sukses polisi Indonesia dalam mengungkap kebuasan bom Legian, Bali. Mereka tak bertolak dari teori Sang Sebab.

Sebaliknya — saya masih ingat, beberapa tokoh berteriak tentang iblis “CIA”. Tapi para “penyidik” polisi di Legian tak berteriak apa pun.

Mereka dengan diam dan tekun memungut puing-puing sebuah mobil yang ringsek, pecahan kecil mesin dan bodi yang terserak di pasir, nomor rangka yang gosong nyaris punah. Demikian pula dalam kasus Ratna. Para penyidik polisi tak berteriak apa pun.

Mereka dengan diam dan tekun mengamati hal-hal sepele yang dekat misalnya: jejak percakapan telpon Ratna, gambar belakang wallpaper foto Ratna yang viral, menyimak rekaman CCTV, mencatat transaksi pembayaran Ratna, menemui subyek di RSK Bedah Plastik, melihat jadwal penerbangan malam di Bandara Halim PK, bertanya pada operator taksi …..

Polisi Indonesia mungkin tak pernah membaca petualangan Sherlock Holmes, atau petualangan William dari Baskerville dalam novel detektif Umberto Eco yang amat unik dan memikat The Name of the Rose.

Namun penyidik polisi Indonesia menjalankan azas kerja para detektif terkenal itu: “Merupakan satu kesalahan besar untuk berteori sebelum kita punya data,” ujar Sherlock Holmes dalam cerita pendek Scandal in Bohemia. “Kau tahu metodeku.

Metodeku dalam memecahkan misteri bermula dari pengamatan soal-soal sepele,” kata Sherlock Holmes dalam The Boscombe Mystery. Dan William dari Baskerville melalui pemikiran induktif: mengamati hal-hal kecil, setahap demi setahap, ia akhirnya berhasil memecahkan teka-teki kejahatan bengis di tempat yang terpencil di sebuah biara di Pegunungan Apennines.

Dalam novel itu, metode William juga menebak tanda dari benda-benda sepele: jejak kuda pada salju, misalnya.

Kemudian — polisi Indonesia, bermula dari pengamatan soal-soal sepele terungkaplah ulah kebohongan Sarumpet tentang penganiayaan dirinya.

Siapa tahu kelak akan terbongkar kisah Sarumpaet sesuatu yang terletak jauh di baliknya: pintu-pintu yang “tertutup” ….. karena ada dalil bahwa kebenaran dan kebohongan akan jadi kacau bila banyak orang mempersoalkannya, dan para “dukun” politik membangun berlapis-lapis teori yang hanya berdasar duga dan wasangka yang dilandasi kebencian.

Maka apresiasi layak diberikan atas kesuksesan polisi Indonesia yang dengan cepat dan cemerlang mengungkap kisah dusta yang coba dikonstruksi Ratna Sarumpaet. Saya katakan cemerlang, sebab mereka bertolak ke kegelapan bukan dengan jawab, melainkan dengan pertanyaan.

Polisi Indonesia terbukti mampu dan punya kemampuan.

(LH, 6 Oktober 2018)

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 9536 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video