Soal Buku Merah, Waketum Gerindra: Ini Bentuk Ketidakadilan Terhadap Tito

Seruindonesia.com – Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono angkat bicara soal merebaknya pemberitaan seputar buku kas bersampul merah atas nama Serang Noer IR yang di dalamnya menyebut nama Kapolri Tito Karnavian sebagai salah satu penerima dana dari pengusaha Basuki Hariman.

Puyouno mencium adanya keanehan dan operasi terstrutur untuk mencopot Tito Karnavian dari Posisi Kapolri. Dia pun menyebut upaya tersebut sebagai bentuk ketidakadilan terhadap Tito.

“Ada keanehan yang jadi sasaran tembak hanyalah Tito Karnavian. Ini sebuah bentuk ketidakadilan terhadap Tito Karnavian yang sepertinya ada operasi terstruktur untuk mencopot Tito Karnavian dari posisi Kapolri,” kata Arief Poyuono dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (10/10).

Puyouno berpendapat, bukti-bukti yang berupa catatan aliran dana tidak bisa serta merta bisa dijadikan sebuah pembenaran akan adanya aliran dana ke Tito.

“Sebab harus ada bukti juga kapan dana itu diterima, diberikan oleh siapa dana tersebut ke Tito. Kasian Juga Tito Karnavian kalau di-bully dan dihabisi di media dengan cara-cara yang tidak bermartabat dan tidak sesuai fakta hukum yang sebenarnya,” kata Puyouno.

“Karena itu jangan sampai dokumen yang belum tentu kebenarannya itu menghancurkan karir seseorang. Jangan dong kasian,” lanjut dia.

Perlu dicatat, kata Puyouno, dugaan perusakan buku sudah dijelaskan oleh ketua KPK dan Kadivhumas Polri bahwa sudah dilakukan pemeriksaan oleh kedua instansi tersebut, yang hasilnya dinyatakan dua penyidik tidak terbukti merusak buku sebagai barang bukti dan dihentikan penyelidikannya. “Itu harus dihormati,” katanya.

Lebih lanjut Puyouno mengimbau kepada Kapolri untuk tidak usah terpengaruh dengan aneka serangan yang menyudutkannya.

“Kapolri tidak usah terpengaruh, tetap fokus dengan tugas pokoknya yang diperlukan bangsa seperti mitigasi bencana gempa di NTB dan Palu, Pengamanan Asian Paragames, Pengamanan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali, beberapa konflik berdarah di Papua dan pengamanan kampanye Pemilu 2019,” katanya.

Pandangan agar Kapolri Tito Karnavian fokus bekerja juga disampaikan oleh pengajar/peneliti senior Universitas Paramadina Herdi Sahrasad. Menurutnya, tugas pokok Kapolri sudah bertumpuk yang harus dituntaskan sehingga tidak perlu menanggapi upaya pembunuhan karakter terhadap dirinya.

“Semua tugas Kapolri sudah menyita waktu dan energi yang sangat besar dan tugas pokok itu jauh lebih substansial. Bagaimanapun tudingan atau dugaan rasuah kan harus ada cukup bukti dan selama belum ada cukup bukti, seperti pandangan KPK sendiri, maka Kapolri sebaiknya konsentrasi pada tugas pokoknya,’’ kata Herdi Sahrasad.

“Apalagi Basuki Hariman sudah mengatakan kepada penyidik tidak pernah memberikan uang kepada Tito, jadi clear sudah, tak perlu diperpanjang. Sekali lagi, Kapolri tidak usah terpengaruh dengan upaya pembunuhan karakter atas dirinya,” kata Herdi.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 9536 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video