Seorang Korban Selamat Menyampaikan Kisah Mistis Dibalik Bencana Gempa & Tsunami di Palu

Seruindonesia.com – Salah seorang warga Palu yang menjadi korban selamat bercerita tentang sebuah festival yang diselenggarakan satu jam sebelum bencana gempa & tsunami terjadi. Dia adalah Dr. Wahyuni Yahya, Wahyuni berhasil melarikan diri dari kejaran tsunami sejauh kurang lebih 5 KM.

Wahyuni bercerita, setiap tahun dalam perayaan Festival Pesona Palu Nomoni, selalu saja ada kejadian aneh, dan tahun ini adalah yang paling parah, karena kejadian aneh tersebut berupa gempa bumi dan tsunami, pada Jumat (28/9/2018) sore menjelang malam.

Wahyuni yang membagikan ceritanya di media sosial mengatakan bahwa bencana ini ada hubungannya dengan Festival Nomoni. Begini katanya,

Referensi pihak ketiga

Ini kejadian gempa di Kota Palu bertepatan dengan ulang tahunnya Kota Palu. Kejadiannya pas hari Jum’at malam Sabtu, akan diselenggarakan acara Palu Nomoni di Pantai Kota Palu, makanya banyak orang meninggal karena orang sudah berkerumun di pantai mau menyaksikan acara Palu Nomoni,

Jam 5 sore pembukaan acaranya, jam 6 terjadi tsunami. Anak SMP ada kurang lebih 100 orang menari massal di acara pembukaan, jadi korban tsunami semua. Sudah 3 tahun berturut-turut setiap pelaksanaan acara “Palu Nomoni” pasti ada kejadian yang terjadi. Dan tahun ini dengan kejadian yang paling parah sampai memakan ratusan korban jiwa (data BNPB sampai saat ini 832 orang dinyatakan tewas),”

Referensi pihak ketiga

Banyak yang tidak bisa pulang karena terhalang bahan bakar, pertamina sudah di jarah sama masyarakat, penampungan pertamina dijebol. Orang-orang pakai timba ambil bensin. Mobil pertamina dipanjat-panjat. Alfamidi dibobol karena orang-orang butuh makanan,

Keponakan Wahyuni pun turut menanggapi dengan penuh keyakinan, ia yakin ada mistis di balik festival yang digelar setiap tahun itu.

Wallahualam tante Uni (Wahyuni) menurut cerita orang Palu yang saya dengar dari temanku sama-sama mengungsi, Itu acara khas orang Palu, itu acara Palu Nomoni ada acara Adatnya yang seperti memanggil roh-roh makhluk halus. Sampai kemarin dipotongkan kerbau,” lanjut Wahyuni, menyampaikan cerita sang keponakan.

Ada musik-musik khusus sama penari khusus yang biasa itu penari kerasukan, karena di salah satu kelurahan di Kota Palu, yang masih sangat kental adat-adatnya sebelum terjadi itu gempa dia bikin acara musik-musik sama menari-menari memang mi. Pas selesai gempa kodong bukan air yang kejar tapi tanah. Karena itu kelurahan jauh sekali dari laut. Saya dapat cerita ini langsung dari orang yang tinggal di kelurahan itu, karena temanku mengungsi sama-sama. Itu bedeng tanah terbuka terbelah dua, baru perumahan masyarakat di sana tergulung-gulung. Kalau sekitar pantai dikejar air kalo di kelurahan itu dikejar tanah,

Anak-anak mengaji di pondok mesjid kodong seketika tertimbun. Baru na lihatki dengan mata kepalanya sendiri ada itu orang tua minta tolong karena jatuh di tanah yang terbelah,” ungkapnya.

Festival Pesona Palu Nomoni Tahun 2018 diselenggarakan Pemerintah Kota Palu dan didukung oleh Pemprov Sulawesi Tengah serta Kementerian Pariwisata. Tujuannyanya sendiri tidak lain untuk mengangkat kembali kearifan budaya masa lalu yang sudah terkubur selama ratusan tahun. Kearifan budaya masa lampau itu dimunculkan kembali dalam bentuk atraksi seni yang mengandung nilai-nilai kebudayaan yang arif dan luhur.

Selain untuk melestarikan tradisi masa lalu, Festival Pesona Palu Nomoni Tahun 2018 juga dijadikan sarana promosi pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah. Mengingat bahwa wilayah ini rencananya akan dijadikan kota wisata, festival ini ditargetkan mampu menyedot 800 ribu wisatawan dengan 500 ribu diantaranya merupakan wisatawan asing. Tapi sungguh sangat disayangkan, dibalik rencana untuk memajukan kota Palu, siapa sangka harus ada cobaan yang datang terlebih dahulu. Hingga kini, jumlah korban meninggal sudah mencapai angka 1.407 jiwa, dan ribuan lainnya mengalami cedera berat.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 9536 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video