Yunani Larang Turis Obesitas Naik Keledai

Seruindonesia.com – Yunani melarang turis gemuk dengan berat badan lebih dari 100kg untuk menungangi keledai.Aturan itu diberlakukan menyusul banyaknya protes dari komunitas pecinta hewan, tentang eksploitasi keledai di tempat-tempat wisata.

Salah satu kawasan wisata yang mendapat banyak sorotan adalah Santorini.

Daerah ini dikenal karena medannya yang berbukit dan beberapa tempat tidak dapat diakses menggunakan kendaraan.

Sudah bertahun-tahun, keledai di Santorini dimanfaatkan untuk mengangkut para turis.

Aktivis hewan seperti dilansir dari Metro mengungkapkan, keledai dipaksa membawa beban yang berat selama berjam-jam, serta bekerja tujuh hari seminggu tanpa tempat tinggal, istirahat dan air yang memadai.

Akibatnya, keledai-keledai itu mengalami cedera tulang belakang dan luka terbuka dari pelana yang tidak pas.

Belum lama ini, di Santorini juga muncul gambar mengejutkan, yang memperlihatkan keledai sedang menaiki tangga sempit, sambil membawa turis di punggungnya.

Sejak foto itu viral, anggota parlemen Yunani berjanji berbuat lebih banyak untuk membantu hewan.

Kementerian Pembangunan Pedesaan dan Makanan Yunani juga telah menerbitkan seperangkat peraturan baru, mengenai kesejahteraan keledai.

Pemilik keledai di Yunani dilarang menggunakan hewannya untuk mengangkut beban di atas 100kg. – Caters News Agency

Berdasarkan peraturan baru tersebut, keledai tidak boleh membawa beban lebih dari 100kg atau seperlima dari berat badan mereka.

Pemilik juga harus memperhatikan usia dan kondisi fisik keledai.

“Dalam keadaan apapun, tidak boleh digunakan hewan yang tidak layak bekerja, hewan sakit, terluka, hewan pada kehamilan lanjut, serta hewan dengan pemeliharaan kuku yang buruk.

“Para hewan harus diberi makanan yang layak dan cukup serta air minum segar setiap hari, ke dalam wadah yang tidak dapat terkontaminasi dan dibersihkan setidaknya sekali sehari,” demikian dijelaskan dalam aturan itu.

Pemilik juga harus memastikan kesehatan hewan benar-benar baik dan harus ada bahan disinfeksi di kandang dan tempat mereka bekerja

Meskipun perjuangan aktivis hewan sudah membuahkan hasil, tetapi mereka masih memiliki tujuan lain terkait nasib keledai di Yunani.

“Tujuan kami bukan untuk memperbaiki kehidupan para budak, tetapi membebaskan mereka sepenuhnya. Keledai masih dipaksa untuk membawa semen, peralatan, dan segala macam beban berat,” ungkap Maria Skourta (42), seorang aktivis yang peduli terhadap kesejahteraan hewan.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 9536 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video