Kapolri Ajak Rohaniawan dan Cendekiawan Berperan Aktif Dalam Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Seruindonesia.com – Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian menghadiri acara ‘Silaturahmi Rohaniawan dan Cendekiawan Lintas Agama untuk Indonesia Bersatu, Rukun, dan Damai’ yang diselenggarakan di Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Kabupaten Sumbawa, NTB.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi oleh Asrena Kapolri, Kadivpropam Polri, Kadivhumas Polri dan beberapa pejabat Mabes Polri.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Muhammad Sirajuddin Syamsuddin selaku Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Dea Malela ini, diikuti oleh 29 rohaniawan dan cendekiawan dari berbagai kalangan

Di antaranya hadir Tokoh MUI, Azyumardi Azra dan Anwar Abbas. Hadir dari cendekiawan Muslim di antaranya Komaruddin Hidayat, Siti Zuhro, Usamah Hisyam, dan K.H. Kikin A. Hakim. Dari cendekiawan Nasrani di antaranya Pdt. Bambang Widjaja dan Yakobus Stefanus Muda. Dari cendekiawan Hindu di antaranya I Nyoman Udayana dan I Gede Rudia Adiputra. Dari cendekiawan Budha di antaranya Philip K. Wijaya, serta cendekiawan Konghucu di antaranya Uung Sendana.

Pada sesi dialog yang dibuka oleh Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, Kapolri menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan semangat kerukunan antarumat beragama.

“Kegiatan ini sangat penting dilaksanakan, terlebih dalam menghadapi beberapa agenda penting nasional ke depan, antara lain pengamanan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, serta pengamanan Pemilu tahun 2019,” kata Kapolri, Jumat 30 November 2018.

Sehubungan dengan konteks tersebut, Kapolri berharap para rohaniawan dan cendekiawan dapat berperan aktif dalam merawat persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengintesifkan dialog antar tokoh agama.

Para rohaniawan dan cendekiawan yang hadir turut menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini, serta berkomitmen untuk mendukung upaya Polri dalam mewujudkan Pilpres dan Pileg tahun 2019 yang sejuk, aman, damai, dan kondusif melalui aspek kerukunan antar umat beragama.

Sedangkan menurut Din Syamsuddin, lokasi PMI Dea Malela dinyatakan sebagai Lembah Peradaban dan Pusat Poros Wasatiyat Islam Dunia. PMI Dea Malela memasuki tahun ketiga dengan sekitar 300 santri. Di antaranya 44 santri berasal dari mancanegara yaitu Timor Leste, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Russia.

Okezone.com

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12314 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video