Ini Penjelasan Danlanud RSN terkait Penurunan Paksa Pesawat Kargo Ethiopian Air Oleh TNI AU

Seruindonesia.com – Komandan Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka membenarkan perihal adanya upaya penurunan paksa pesawat kargo Ethiopian Air oleh TNI AU.

“Tadi sudah disampaikan oleh Dispenau (terkait kronologis), intinya saya selaku Danlanud membenarkan perihal peristiwa itu,” ungkap dia saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Senin sore.

Saat ini lanjut Ronny, kru dan pesawat kargo itu masih berada di Bandara Hang Nadim, Batam.

Pihak TNI AU dari Lanud Raja Haji Fisabillah, Tanjungpinang, Kepri masih melakukan pemeriksaan intensif.

Saat ditanyai berapa orang kru pesawat, Ronny mengaku tak mengetahui berapa pastinya.

“Saya belum dapat laporan pastinya, yang jelas pesawatnya tidak bawa penumpang hanya kru saja, karena pesawat kargo,” paparnya.

Termasuk kenapa pesawat itu bisa sampai melintas di langit udara Indonesia tanpa adanya flight clearance (izin penerbangan), saat ini tim masih melakukan penyelidikan.

“Kenapa bisa lewat Indonesia, dan tidak ada flight clearance, ini masih pendalaman,” sebutnya.

Sebelumnya, sebanyak 2 unit pesawat tempur F16 Fighting Falcon milik TNI AU yang bermarkas di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, memaksa mendarat sebuah pesawat kargo jenis Boeing B777, Senin (14/1/2019).

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kasubdispenum Dispenau yang diterima Tribunpekanbaru.com, pesawat kargo ini dioperasikan oleh maskapai Ethiopian Air, dengan nomor registrasi ET-AVN.

Pesawat ini dipaksa mendarat di bandara Hang Nadim, Batam.

Pasalnya, pesawat tersebut memasuki wilayah kedaulatan udara yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi Flight Clearance (FC).

Pesawat ET-AVN ini diketahui berangkat dari Addis Ababa, ibukota Ethiopia dengan tujuan Hongkong.

Namun pesawat ini malah memasuki wilayah udara Indonesia tanpa bisa menyebutkan izin atau FC setelah dihubungi oleh otoritas navigasi udara Indonesia (AirNav) melalui komunikasi radio.

Kemudian, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) segera memerintahkan dua pesawat tempur F16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru untuk melakukan identifikasi visual dan penyergapan.

Pesawat F16 dengan callsign Rydder Flight yang diawaki oleh Kapten Pnb Barika (TS-1627) dan Kapten Pnb Anang (TS-1633) berhasil melakukan kontak visual dengan B777 ET-AVN.

Selanjutnya dilakukan komunikasi pada frekuensi darurat serta memaksa pilot pesawat kargo itu untuk mendaratkan pesawatnya di bandara Hang Nadim Batam.

Setelah mendarat sekitar pukul 09.33 WIB, proses hukum/penyelidikan pun langsung dilakukan oleh pihak TNI AU di Lanud Raja Haji Fisabillah, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Setelah pesawat B777 ET-AVN mendarat di Batam, pesawat F16 TNI AU pun menyusul sekitar pukul pada pukul 09.42 WIB.

Sumber: Tribunpekanbaru.com

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 11943 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video