Viral Interogasi Jambret pakai ular di Papua, Polri tindak tegas Oknum Polisi

Seruindonesia.com – Sebuah video yang memperihatkan cara interogasi berbeda viral di media sosial. Video itu menayangkan seorang jambret yang diinterogasi dengan cara dililitkan ular piton.

Terkait video itu, Kepolisian Daerah (Polda) Papua kemudian menyampaikan permintaan maaf. Sebelumnya cara interogasi polisi kepada pelaku penjambretan viral di media sosial.

Interogasi yang disebut tidak wajar ini dilakukan polisi ke seorang pelaku jambret.Video interogasi tersebut viral di media sosial.

Dalam video tersebut tampak seorang yang disebut penjambret dinterogasi dengan melilitkan seekor ular di lehernya.

Penjambret tersebut berbaju merah dan tangannya diikat. Seorang pria yang diduga polisi pun mengerakkan ular yang dililitkan di leher si penjambret.

Si Penjambret hanya teriak dan menutup matanya ketika melihat ular tersebut. Melihat hal ini polisi pun melakukan aksi mengarahkan kepala ular ke wajah penjambret.

Si penjambret makin histeris, apalagi ketika polisi hendak memasukkan kepala ular ke dalam baju penjambret.

Si penjambret mencoba meronta, dan polisi pun hendak memasukkan ular tersebut melalui celana si penjambret yang membuatnya mengakui perbuatannya.

“Dua kali saya melakukannya,” ujarnya berteriak menghindari ular tersebut. Polisi yang merekam dan yang menyaksikan hanya bisa tertawa melihat penjambret tersebut diinterogasi menggunakan ular.

Polda Papua Minta Maaf 

Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan oknum polisi di Polres Jayawijaya yang dianggap tak wajar, saat menginterogasi pelaku penjambretan.

Sebelumnya pada Senin (4/2/2019) lalu, polisi mengamankan seorang pelaku penjambretan ponsel yang tertangkap tangan oleh warga.

Saat di kantor polisi, pelaku bersikeras tidak mau mengakui perbuatannya saat diinterogasi.

Kemudian ada oknum polisi yang berinisiatif untuk melilitkan ular pada tubuh pelaku dengan dalih untuk menurunkan mental si pelaku hingga mau ia mengakui perbuatannya.

Peristiwa itu pun sempat terekam video danviral di media sosial dan mendapat berbagai komentar dari netizen.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, kasus ini telah ditangani Bidang Propam Polda Papua. “Kami minta maaf soal kejadian itu,” kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/2/2019) malam.

Kini, oknum polisi itu sudah diperiksa dan jika terbukti melanggar akan diproses sesuai dengan peraturan disiplin anggota Polri atau kode etik profesi.

Kabid Propam Polda Papua Kombes Polisi Jannus P Siregar juga menjelaskan bahwa cara yang dilakukan anggota itu untuk meyakinkan dan memberitahu bahwa benar pelakunya.

Namun karena tidak ada pengakuan timbul inisiatif menggunakan ular dengan maksud dan tujuan yaitu mengetahui kejujuran masyarakat tersebut dan efektif hingga pelaku mengakui perbuatannya,” ujar Jannus.

Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya juga menyampaikan permohonan maaf karena penyidik kurang profesional dalam bertugas. “Ke depan Polres jayawijaya akan bekerja lebih profesional,” kata Tonny.

Menurut Tonny, ular tersebut jinak serta tidak berbisa dan berbahaya, dan tindakan yang dilakukan oleh anggota merupakan inisiatif sendiri agar dalam waktu sekejap ada pengakuan dan tidak ada tindakan pemukulan dari warga.

“Terkait dengan ini, kami telah melakukan tindakan tegas kepada personel dengan memberikan tindakan disiplin seperti kode etik serta menempatkan di tempat yang khusus,” ujar Tonny.

Warga Dukung Tindakan Tegas

Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Jayawijaya Hengki Heselo mengatakan, pihaknya sangat mendukung kinerja Kapolres yang baru dengan mengambil tindakan tegas kepada pelaku tindak kriminalitas yang ada di Wamena belakangan ini.

Pihaknya juga mendukung tindakan Kapolres beserta jajaran mendatangkan ular untuk memberikan rasa takut kepada pelaku tindak pidana.

Hengki juga mengakui bahwa masyarakat sudah merasakan efek baik dari tindakan tegas yang diambil aparat kepolisian pada kurun waktu belakangan.

“Masyarakat yang mabuk, jambret dan yang membawa parang sudah berkurang karena tindakan tegas yang sudah dilaksanakan oleh aparat kepolisian di lapangan,” jelas Hengki.

Video Dikecam Warganet 

Video ini viral di Media Sosial Twitter seperti yang diunggah oleh akun Veronika Koman. Dia menuliskan, interogasi ini sering kali digunakan kepada orang Papua.

“Ternyata penggunaan ular untuk interogasi orang Papua yang ditangkap cukup marak. Terakhir yang diketahui adalah terhadap Sam Lokon anggota KNPB. Video ini kabarnya di Wamena,” tulisnya.

Banyak yang menyayangkan adanya interogasi menggunakan ular tersebut. Karena dianggap interogasi yang kejam.

Bahkan beberapa netizen meminta polisi supaya memberikan hukuman kepada para polisi yang melakukan interogasi tidak wajar tersebut.

Seperti yang dituliskan oleh akun Arus:

“Ini aksi Biadab.. katanya kepolisian itu mengayomi masyarakat nyatanya ? Kitong tidak membela untuk kesalahan pelaku mencuri HP tapi kan tidak ada undang” yang mengatur tentang hukuman bagi pencuri harus di interogasi dengan Ular. sa kira polisi lebih paham dalam hal introgasi,” tulisnya.

Sumber: tribunnews.com

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 11595 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video