Disetubuhi di Kebun Jagung, Bocah 16 Tahun di Pesawaran Hamil

Seruindonesia.com – YS (34) tak pernah menyangka jika putrinya, SAP (16), sudah berbadan dua.

Hal itu diketahui saat bocah perempuan yang tinggal di Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, Lampung ini menunjukkan perubahan perilaku belakangan ini.

YS curiga karena SAP tak juga menstruasi.

Ia pun lantas membawa putrinya ke bidan, Minggu, 17 Februari 2019 sekira pukul 08.00 WIB.

Setelah diperiksa, YS justru mendapat kabar yang mengejutkan.

Kepala Polres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengungkapkan, bidan menerangkan bahwa SAP hamil.

Usia kandungannya sudah memasuki empat minggu.

“Secara perlahan, ibunya menanyakan kepada putrinya siapa yang telah menyetubuhinya,” ujar Kapolres melalui Humas Polres Pesawaran.

Begitu mengetahui pelakunya, lanjut dia, YS melapor ke Polsek Tegineneng.

Laporan diterima dengan Nomor LP/B-31/II/2019/SPK/PLD LPG/RES PSWRAN/SEK TEGI tanggal 17 Februari 2019.

Atas laporan tersebut, petugas kemudian menjemput tersangka Sugeng alias Mang Edet (45).

Tersangka Sugeng alias Mang Edet mengaku menggagahi bocah perempuan berusia 16 tahun di kebun jagung hingga hamil.
Tersangka Sugeng alias Mang Edet mengaku menggagahi bocah perempuan berusia 16 tahun di kebun jagung hingga hamil. (Istimewa)

Tersangka mengaku telah menyetubuhi SAP di sebuah gubuk yang berada di area perkebunan jagung milik warga.

Peristiwa itu terjadi pada Januari 2019 lalu.

Atas perbuatannya, kini Sugeng harus merasakan pengapnya sel tahanan Mapolsek Tegineneng.

Sugeng dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Digagahi Tetangga

Peristiwa serupa juga terjadi di Lampung Utara.

AZ (14), warga Kotabumi, Lampung Utara, menjadi korban kekerasan seksual.

DR, ayah AZ, harus menelan pil pahit saat mengetahui anak semata wayangnya sudah hamil lima bulan.

Dengan mengenakan jilbab biru, Minggu, 30 September 2018, siswi kelas 1 SMA ini menceritakan kisah pilu yang dialaminya.

AZ mengaku dua kali dicabuli oleh pria yang merupakan tetangganya sendiri.

Terakhir, AZ dipaksa melayani nafsu bejat pelaku pada tiga bulan lalu di rumah neneknya.

Di bawah ancaman senjata tajam, AZ tak bisa berbuat banyak.

AZ tak melaporkan perbuatan pelaku kepada keluarganya karena takut.

“Saya takut. Saya hanya bisa diam dan tak sanggup menceritakannya ke keluarga,” beber AZ saat diwawancarai di kediamannya.

DR, ayah korban, mengaku baru mengetahui kejadian yang dialami anaknya beberapa hari lalu.

Ia tidak menyangka anaknya menjadi korban kelakuan bejat tetangganya.

Perbuatan tersebut terbongkar saat ada perubahan pada perilaku korban. Misalnya, korban sering muntah-muntah.

Ketika ditanya, AZ hanya mengaku sedang sakit.

Namun, DR tak percaya begitu saja.

Korban pun dibawa ke seorang bidan.

”Saya ajak dia ke pasar malam. Setelah itu kami periksakan dia ke bidan, dan ternyata positif hamil,” jelas DR.

Mengetahui anaknya hamil, DR langsung shock. ”Kami sekeluarga shock berat,” tambahnya.

Apalagi setelah tahu bahwa pelakunya adalah tetangga sendiri. Pihak keluarga pun melaporkan kasus ke polisi.

Laporannya bernomor LP/1077/B-1/IX/2018/POLDA LAMPUNG/SPKT RES LU.

Dirudapaksa Orang-orang Terdekat

Kasus serupa dialami seorang siswi SMA di Lampung Utara –sebut saja Bunga.

Ia menjadi korban kebiadaban yang dilakukan orang-orang terdekatnya.

Selain ayah kandung, paman, dan rekan ayahnya, gadis berusia 17 tahun ini juga digagahi lima orang lainnya.

Keluarga korban pun meminta kepada Kapolri, Kapolda Lampung, dan Kapolres Lampung Utara untuk menangkap semua pelaku.

Berdasarkan keterangan korban, pelaku berjumlah delapan orang.

Namun, baru tiga yang dicokok polisi, yakni ayah kandung, paman, dan rekan ayah korban.

Iz, ibu kandung korban, meminta kepada Kapolri, Kapolda Lampung, dan Kapolres Lampung Utara untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa anak ketiganya ini.

”Anak saya masih trauma. Kesehariannya masih lemah dan belum dapat berbicara normal betul. Kadang saya bertanya mau apa. Kalau ada apa-apa bilang sama Ibu, nanti Ibu lapor ke polisi. Anak saya langsung bilang, ‘Yes semangat’,” kata Iz, Minggu, 7 Oktober 2018.

Kejadian itu juga membuat Bunga mengalami ketakutan. Bunga selalu minta ditemani dan dipeluk saat tidur.

”Harapan saya, semoga para pelaku tertangkap semua. Tiga sudah ditangkap, dan tinggal lima lagi yang belum. Saya mohon bantuan Pak Kapolri dan jajaran dapat membantu menangkap para pelaku, serta para pelaku dihukum dengan seberat-beratnya,” jelasnya.

Minardi, paman korban, membenarkan ada delapan orang yang menggagahi Bunga.

”Tiga sudah tertangkap. Tinggal lima lagi. Kami dari pihak keluarga memohon bantuan Bapak Kapolri dan jajaran dapat mengusut kasus ini hingga tuntas dan menangkap lima tersangka lainnya,” harapnya.

Kasatreskrim Polres Lampung Utara Ajun Komisaris Donny Kristian Bara’langi mengatakan, pihaknya terus mendalami keterangan saksi-saksi.

“Saya dan anggota sudah ketahui pelaku lainnya. Namun, masih dirahasiakan untuk proses penyelidikan,” katanya.

Pihaknya juga berupaya secepatnya menangkap para pelaku lainnya.

“Saya sedang upaya maksimal dan yang terbaik,” ujar dia.

Sumber: tribunlampung.com

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 11505 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video