Kelamaan Anies Kerja Sendiri, Dewinta Dorong Kursi Wagub DKI Diisi

Seruindonesia.com – Hampir tujuh bulan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengurus Ibukota tanpa didampingi wakil gubernur. Hal ini akibat sengkarut pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) yang sejatinya jatah PKS.

Kondisi ini jelas membuat energi PKS terkuras. Apalagi partai yang dipimpin Sohibul Iman itu juga sedang fokus mennghadapi Pemilu serentak 2019.
PKS sendiri terus mendorong agar persoalan cawagub segera dirampungkan. Karena kehadiran wagub DKI dapat membantu kampanye pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semakin maksimal.

Sandiaga diketahui sejak Agustus 2018 meninggalkan kursi wagub DKI karena memilih mendampungi Prabowo maju dalam Pilpres 2019.
Menanggapi kursi wagub yang masih dibiarkan kosong, Pengamat Politik, Hukum dan Keamanan, Dewinta Pringgodani bingung.

“Kok urusan kursi wagub sampai berbulan-bulan tanpa kepastian. Sebagai partai pengusung PKS dan Gerindra tinggal duduk bareng menentukan pengganti Sandiaga Uno,” kata Dewinta di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Dewinta mendorong Anies proaktif mendesak partai pengusung untuk mengisi posisi wagub yang ditinggalkan Sandiaga.

Menurut Dewinta, posisi wagub sangat strategis untuk mengoptimalkan kinerja Pemrov DKI Jakarta dalam melayani masyarakat. “Kasihan Pak Anies kelamaan kerja sendiri,” pungkas Dewinta.

Seperti diberitakan, PKS dan Partai Gerindra akan memberikan nama cawagub DKI Jakarta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pekan ini. Kedua partai pengusung sudah menyetujui dua nama. “Semoga pekan ini surat pengajuan sudah dapat dikirim kepada Gubernur Anies,” kata Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Syakir Purnomo, Selasa (19/2).

Syakir mengklaim PKS dan Gerindra sudah menyepakati nama. Selanjutnya, tinggal diserahkan kepada Anies yang nantinya diajukan ke DPRD DKI Jakarta.
Sebelumnya, tiga orang kader PKS mengikuti uji kepatutan dan kelayakan cawagub. Mereka adalah eks Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto, dan Ketua Fraksi PKS di DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi.

Syakir lebih dulu mengumumkan dua calon wakil gubernur yang lolos uji kepatutan dan kelayakan. Keduanya yakni Syaikhu dan Agung.

Namun, Ketua DPD DKI Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik menilai pengumuman itu salah kaprah. Sebab, hasil dari tim panelis mestinya dibahas lebih dulu dengan pimpinan dua partai pengusung, Gerindra, dan PKS.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 11505 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video