Kerugian Banjir Bengawan Solo Mencapai 1 Milyar

Seruindonesia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur menyebut kerugian akibat banjir  yang melanda 48 desa di 10 kecamatan mencapai Rp1 miliar lebih. Kerugian terbesar dari banjir yang disebabkan luapan sungai Bengawan Solo itu berasal dari rusaknya tanaman padi.

“Kerugian banjir luapan Bengawan Solo terbesar karena ada tanaman padi seluas 1.594 hektare yang terendam air banjir,” kata Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bojonegoro Yudi Hendro, di Bojonegoro, Kamis (7/3) dikutip Antara.

Dari data yang dihimpun BPBD menyebutkan tanaman padi yang terendam air banjir, sebagian besar berada di sejumlah desa di Kecamatan Baureno, dan Trucuk.

Sebanyak 48 desa yang terendam banjir luapan Bengawan Solo itu tersebar di Kecamatan Kalitidu, Kota, Balen, Trucuk, Kanor, Dander, Padangan, Ngraho, dan Baureno. Hingga kini banjir masih berlangsung dengan status siaga kuning

“Kerugian banjir kemungkinan masih berkembang, sebab belum seluruh kecamatan yang daerahnya dilanda banjir melapor,” ucapnya.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia menambahkan tidak ada warga yang terdampak banjir mengungsi, kecuali sekitar 10 warga Desa Sukorejo yang sempat mengungsi di gedung pertemuan Desa Sukorejo, sejak sehari lalu.

“Tapi pagi tadi warga yang mengungsi di gedung pertemuan Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, sudah kembali ke rumahnya,” ujarnya.

Meski demikian BPBD tetap menyediakan lokasi pengungsian, antara lain di gedung Ebaga di Kecamatan Trucuk, serta gedung Serbaguna di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota.

“Sampai hari ini tidak ada warga yang mengungsi di tempat pengungsian yang disediakan,” ucapnya.

Data dari Perum Jasa Tirta (PJT) I Subdivisi ASA III/3 Bojonegoro menyebutkan ketinggian air di Taman Bengawan Solo (TBS) di Desa Ledokwetan mulai surut, tapi masih siaga kuning dengan ketinggian 14,36 meter pukul 16.00 WIB.

Ketinggian air Bengawan Solo di TBS itu, turun 3 centimeter dibandingkan dengan satu jam sebelumnya. Namun ketinggian air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer ke arah hulu dalam waktu bersamaan ketinggian air masih mencapai 27,44 meter.

“BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi banjir luapan Bengawan Solo. Sebab dilaporkan ketinggian air Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, hari ini sempat masuk siaga merah, meskipun sekarang sudah mulai turun,” kata Nadif menjelaskan.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 11807 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video