Jokowi Sukses Amankan Sektor Pertanian dan Industri

Seruindonesia.com Prediden RI Joko Widodo menyadari bahwa pertanian merupakan program prioritas pemerintah, yang wajib dilaksanakan terpadu melibatkan semua unsur, karena berfungsi sebagai pemenuhan dasar kebutuhan manusia, yakni pangan. Untuk itu, upaya yang dilakukan pemerintah dengan menciptakan infrastruktur pendukung, agar kegiatan pertanian di Indonesia tidak lagi mengalami kendala dan tidak terpengaruh musim.

Menurut Jokowi kekeringan yang kerap melanda wilayah Jawa Tengah dipastikan akan jauh berkurang di 2019. Hal ini setelah program pembangunan 1.000 embung di Provinsi Jateng berhasil diwujudkan. Jokowi mengemukakan hal itu saat silaturahim dengan para petani, gabungan kelompok tani (gapoktan), persatuan pengusaha penggilingan padi (perpadi), dan pengusaha pupuk di GOR Diponegoro, Kabupaten Sragen, Rabu (3/4) lalu.

Program yang dicanangkan sejak 2015, di masa awal pemerintahan Presiden Joko Widodo itu, mampu melewati target. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, saat ini sudah tersedia, 1.145 embung. ”Saya mengapresiasi hal itu sebagai komitmen pemerintah daerah dan pusat untuk memperhatikan petani, terutama di Jawa Tengah. Agar bisa meningkatkan produktivitas lahan pertanian, tanpa terkendala musim kemarau,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, pemerintah sudah memiliki program pertanian canggih yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kompetensi petani, sekaligus menciptakan wirausahawan baru di bidang agrobisnis. Jadi petani tak perlu khawatir dan bisa tetap produktif di musim kemarau.

Dalam rangkaian kunjungan ke Solo Raya tersebut, Jokowi mengungkapkan pencapaian dalam mengemban amanat sebagai Presiden RI, dalam lima tahun terakhir. Berbagai perkembangan infrastruktur untuk mengembangkan Jawa Tengah, seperti jalan tol yang melintasi Solo-Sragen dan Waduk Gondang, disampaikan Jokowi, agar masyarakat Jawa Tengah mengetahui, bahwa program yang dilaksanakan untuk mendukung kemajuan dan kelancaran aktivitas masyarakat, dalam menggerakkan ekonomi.

BRM Kusuma Putra SH MH, Deklarator Relawan Jokowi-Amin Daulat Indonesia (Jadi) mengatakan, dalam lima tahun pemerintah menargetkan pembangunan 65 bendungan, yang terdiri atas 16 proyek lama dan 49 proyek baru.

Ketahanan Pangan
Pembangunan bendungan untuk mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan.

Dengandibangunnya 65 bendungan tersebut, maka ketersediaan tampungan air di Indonesia akan meningkat menjadi 19,1 miliar meter kubik, dari sebelumnya hanya 12,6 miliar meter kubik, yang berasal dari 230 bendungan.

Penambahan pasokan air berpengaruh terhadap peningkatan pasokan air irigasi. Saat ini dari 7,1 juta hektare sawah, 760.000 hektare sawah (10,5%) dari irigasi yang sumber air dari bendungan. Jutaan hektare lahan lainnya masih mengandalkan hujan dan nonbendungan. Dengan selesainya 65 bendungan pada masa Pemerintahan Joko Widodo, luasan sawah yang mendapat air dari bendungan bertambah 173.000 hektare.

Dengan demikian total menjadi 933.000 hektare (13,5%) lahan akan mendapat pasokan air dari bendungan. Sistem bendungan ini, membuat lahan pertanian bisa berproduksi sepanjang tahun.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 11825 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video