Ketua PWNU Jawa Timur Blak-Blakan Soal Pilihan Capres 17 April 2019

Seruindonesia.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Marzuki Musta’mar dalam salah satu orasinya yang diunggah dalam satu video beliau menyatakan, “Goblok sekali kalau ada orang NU yang “benar-benar NU” dia memilih presiden yang diusung oleh kelompok-kelompok pembenci NU dan ingin menghancurkan NU.

Bodoh banget kalau ada tokoh NU, pengurus NU, warga NU yang benar-benar NU mempercayakan kepemimpinan negara ini kepada kelompok yang memusuhi NU.”

Lantas siapakah sebenarnya kelompok yang ingin menghancurkan NU ? Untuk mendapatkan jawabannya sangatlah mudah sekali sebab sejarah itu tidak bisa dipungkiri dan tidak bisa ditutup-tutupi. Pada tahun 1948 sampai dengan 1965 sangat jelas dan gamblang dan terang siapa yang ingin menghancurkan NU.

Dalam sebuah buku sejarah berbahasa Inggris yang ditulis oleh Greek Dilly dan Chatarina yang berjudul “Nahdlatul Ulama and The Killing of 1965-1966 Religions, Politics, and Remembrances” di situ dinyatakan jelas sekali bahwa orang-orang PKI telah banyak membantai banyak umat Islam, Kyai dan Ulama, membakar pondok pesantren misalnya di Ponorogo ; ada 19 orang dibantai oleh orang-orang PKI.

Dikisahkanjuga ada seorang Kyai yang jadi target pembunuhan 9 Gerwani yang menyamar jadi wanita muslimat NU dan hendak meracuni sumur pak Kyai tapi berhasil digagalkan oleh para santrinya.
Di Banyuwangi juga terjadi pembantaian 43 warga NU oleh orang-orang PKI, bahkan dimutilasi secara kejam.

Saat ini di DPR Pusat terdapat 110 kader komunis berada di bawah partai PDIP. Antara lain Eva Sundari istri tokoh partai komunis Timor Leste. Eva Sundari mengatakan kalau dalam pemilu 2019 ini PDIP menang lagi, maka seluruh mesjid se Indonesia harus diinteli oleh kader-kader PDIP. Kader komunis lainnya yang jadi politisi PDIP adalah Dr. Ribka Ciptaning. Dia mengarang buku “Aku bangga jadi anak PKI” dan “Anak PKI jadi ketua komisi 9 DPR Pusat Fraksi PDIP.

Panjaitan politisi PDIP dari fraksi hukum mengatakan Perda-perda syariah akan dihapus. Tapi faktanya lebih dahsyat, ternyata 3.134 Perda Syariah di seluruh Indonesia sudah dihapus oleh Presiden Jokowi, bersama Mendagri Cahyo Kumolo, Mensesneg Pramono Anung dan Menseskab Pratikno.

Jeritan Suara hati seorang Ketua MUI.
KH. Tengku Zulkarnain, Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah Islamiyah, baru-baru ini mengaku sangat kecewa dengan umat yang dulu telah memilih PDIP dan pada pemilu yang akan datang juga akan tetap memilih PDIP…..!!!
“Jujur saja, saya sangat kecewa atas ketidak tahuan dan ketidak pedulian masyarakat Islam yang telah memilih PDIP dalam pemilu kemarin.

PDIP itu partai yang anti Islam.

“Semua RUU yang kita ajukan ke DPR dan bernuansa islami, pasti PDIP menolak….! Contoh: UU pendidikan mereka walk out, UU Bank Syariah, UU Ekonomi Syariah, mereka tidak setuju. UU Pornografi juga mereka tidak setuju. UU Jaminan Produk Halal untuk makanan dan obat-obatan mereka juga tidak setuju. Sangat jelas. PDIP ini partai anti Islam.

Dungu sekali kalau ada orang yang mengaku benar-benar Islam dia memilih Presiden yang diusung PDIP yang jelas-jelas anti Islam. Presiden yang diusung oleh partai anti Islam sudah pasti akan punya agenda menghancurkan islam. Bodoh alias dungu akut orang yang mengaku Islam tapi memilih Presiden yang diusung PDIP yang anti Islam.

viralkan (sebagai amal shalehmu) agar umat Islam tidak buta politik

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 7)

Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 11595 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video