Mantan Komisioner KPK Sebut Pengangkatan 21 Penyidik Tidak Sehat

Seruindonesia.com – Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indriyanto Seno Adji, angkat bicara soal pengangkatan 21 penyelidik menjadi penyidik lembaga antirasuah yang kini menjadi gejolak di internal KPK.

Menurut Pakar Hukum Pidana asal Universitas Indonesia (UI) tersebut, pengangkatan 21 penyidik tanpa melalui proses seleksi menyalahi prosedur. Hal itu, sambungnya, dapat menciptakan iklim yang tidak kondusif bagi internal KPK.

“Penciptaan kondisi ini menjadi tidak sehat bagi suasana kerja di internal penindakan. Agar polemik ini tidak berlarut panjang, pimpinan KPK harus cepat bersikap untuk menyelesaikan masalah ini,” tutur Indriyanto saat dikonfirmasi, Kamis (9/5/2019).

Ia menjelaskan, pengangkatan penyidik tanpa proses dan mekanisme formal dikhawatirkan menciptakan stigmanisasi penegakan hukum korupsi oleh KPK, khususnya kapabilitas penyidik dan dampaknya menimbulkan dikotomi, stigma disharmonisasi, dan diskriminasi di antara internal kedeputian penindakan.

Indriyanto menambahkan, secara historis dan filosofi dalam Undang-Undang KPK mengakui eksistensi penyidik Polri maupun Kejaksaan dalam berpartisipasi membangun manajemen penegak hukum di kelembagaan KPK.

Gedung KPK

“Bahwa kemudian ada polemik penyidik internal dari pegawai tetap KPK adalah suatu dinamika. Jangan dianggap sepele karena dinamika yang ada ini seharusnya tidak boleh menimbulkan disharmonisasi,” katanya

Bila terjadi disharmonisasi di antara penyidik dalam bentuk apapun, tekan Indriyanto, nantinya berdampak pada penegakan hukum pemberantasan korupsi.

Karena itu, Indriyanto mengatakan, untuk mengatasi polemik pengangkatan penyidik, pimpinan KPK harus patuh pada regulasi UU KPK dan perangkatnya.

“Juga bagaimana kebijakan tegas pimpinan KPK menyikapi polemik ini, sepanjang kebijakan ini tidak dilakukan penyimpangan dan pengabaian garis-garis regulasi KPK yang ada,” katanya.

Sebelumnya, KPK menyatakan akan segera melantik 21 penyidik terpilih. Para penyidik itu dilantik usai dinyatakan lolos dari proses seleksi yang telah dilakukan KPK sejak 11 Maret lalu.

KPK menyatakan para penyidik itu telah lolos seleksi dan pelatihan yang diselenggarakan Pusat Edukasi Antikorupsi selama sekitar sebulan. Para calon penyidik dibekali sejumlah materi.

Pembekalan materi yang disampaikan sejumlah sumber baik dari internal KPK ataupun eksternal, seperti Bareskrim Polri, Kejaksaan Agung, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK). Materi pelatihan yang diajarkan di antaranya hukum dan tindak pidana korupsi, audit investigasi forensik, kemampuan investigasi, pelatihan di lapangan, e-learning, simulasi dan praktik, serta pelacakan aset.

Sumber: Okezone.com

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 11825 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video