Mereka Hanyalah Manusia yang Kebetulan Berseragam Polisi

Seruindonesia.com – Badannya masih terbungkus alat pelindung, dijatuhkannya di tiang jembatan penyeberangan di depan Kantor Bawaslu, bersandar untuk melepas lelah.

Janganpandang wajahnya, sudah tak karuan berlumur keringat dan olesan pasta gigi. Tarikan nafas terengah, pendek-pendek kelelahan. Disiram wajahnya dengan air kemasan untuk membasuh perih akibat gas air mata.

 

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Perlindungan Diri
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Oleskan Pasta Gigi

Ia hanyalah satu dari ribuan anggota kepolisian yang ditugaskan untuk mengamankan di sejumlah objek vital dan pusat konsentrasi massa yang menolak hasil rekaputulasi Komisi Pemilihan Umum, malam itu Rabu (22/5/2019).

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Membuat Barikade

Perusuh enggan mengangkatkan kaki dari perempatan Jalan Thamrin meski batas waktu yang diizinkan Kepolisian telah melewati lebih dari dua jam. Mereka bersikukuh dan pada akhirnya memilih untuk rusuh.

Thamrin hujan gas air mata, namun perusuh tak bergeming hingga jelang waktu sahur, petasan, batu, bom molotov masih berseliweran di atas kepala menghujani barikade kepolisian.

 

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Perih Gas Air Mata
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Melepas Lelah

Dua hari menjaga unjuk rasa di Bulan Suci Ramadhan adalah perang batin yang bergolak. Mereka hanyalah manusia yang kebetulan berseragam Polisi. Mereka bisa pula lelah, dan terkadang marah. Mereka juga punya mimpi menyuap nasi sahur bersama keluarga, namun apa boleh buat harus bertolak ke Ibu Kota mengendalikan huru hara. (Lucky Pransiska)

 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Solidaritas

 

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Pantau Perusuh

 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Kasur Jalanan
Oleh: RONY ARIANTO NUGROHO

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12307 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video