Toga, Mahasiswa dan Warga Minahasa Tolak Aksi Kerusuhan

Seruindonesia.com – MINAHASA. Jelang putusan sengketa oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK-RI), atas gugatan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo – Sandi, banyak oknum-oknum yang menggunakan moment itu untuk menyebarkan berita bohong atau hoax.

Berita bohong yang mengandung provokatif seperti isu suku, agama, ras dan antar golongan (Sara) sering kali dikalimatkan melalui sosial media (Sosmed), oleh orang-orang tak bertanggungjawab akhir-akhir ini.

Bahkan moment itu digunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk memprovokasi warga melalui Sosmed, agar melakukan aksi demonstrasi dan kerusuhan.Menanggapi hal itu, Tokoh Agama (Toga), Mahasiswa dan Warga Minahasa menolak untuk melakukan aksi demonstrasi dan kerusuhan jelang keputusan sengketa oleh MK-RI.

Bahkan mereka mengutuk bahkan siap melawan jika ada oknun-oknum yang sengaja memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya sebagai tokoh agama di Minahasa menolak tindakan kekerasan dan aksi rusuh.

Kamiwarga minahasa cinta damai dan NKRI harga mati,” kata Aldrin Roy Ratu, S.Th selaku pendeta jemaat GMIM Baitel Tuutu, Tondano, Sabtu (15/6/2019).

Hal yang sama dikatakan masyarakat Tompaso, kabupaten Minahasa.

Merekamenolak demonstrasi dan kerusuhan. “Kami menolak kerusuhan dan NKRI harga mati,” sebut beberapa warga Tompaso.

MahasiswaUniversitas Negeri Manado (Unima) juga menolak tindakan kekerasan dan aksi rusuh. “Kami mahasiswa Unima menolak keras aksi rusuh, dan cinta damai. NKRI harga mati,” kata puluhan mahasiswa Unima jurusan teknik.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12765 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video