Akibat Sistem Zonasi, 38 Calon Siswa di Semarang Terlempar ke Wonogiri

Seruindoensia.com – Permasalahan terkait sistem zonasi di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Jateng terus terjadi. Yang terbaru, 38 calon siswa baru asal Kelurahan Gedawang, Semarang, malah terlempar sampai sekolah di Wonogiri Jateng.

Kadisdikbud Jateng Jumeri saat dikonfirmasi Tribun Jateng, membenarkan hal tersebut. Namun, hal tersebut dikarenakan sistem yang kurang sempurna.  Ia menyatakan saat ini sistem online di PPDB sudah diperbaiki.

“Sistem sudah dibetulkan,” ujarnya, Sabtu (6/7/2019).

Menurutnya kesalahan di sistem terjadi karena selama proses pendaftaran ada perbaikan jarak tempuh untuk memenuhi aspirasi masyarakat, sehingga terjadi human error.

“Tetapi bisa segera kami perbaiki dan sudah on the track kembali,” ungkap dia.

Menurutnya meski perbaikan sudah dilakukan, tidak serta merta 38 calon siswa baru diterima. Artinya, dari jumlah tersebut ada yang diterima di sekolah dekat kelurahan tersebut yakni SMAN 4 Semarang.

Tapi ada yang tidak diterima di sekolah tersebut.

“Ya sebagian pindah jalur prestasi berhasil masuk sekolah tersebut. Sebagian yang lain memang karena jauh tidak mendapat kursi,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, ada calon siswa yang pada akhirnya disalurkan ke luar Semarang.

Hal ini disebablan ada anak yang sudah tak bisa diterima di Semarang, karena jaraknya di luar zona penerimaan, meski beberapa di antaranya ada yang bisa pindah ke jalur prestasi dan diterima.

“Kami mohon maaf kapasitas SMA dan SMK negeri hanya 45%. Pasti tak semua pendaftar diterima,” imbuh dia.

Menurutnya pihaknya sudah berusaha mengeliminir kesulitan anak di lokasi yg jauh dari sekolah dengan memberi alokasi 20% seleksi prestasi dalam zona, sehingga anak-anak berprestasi sudah bisa mendapat tempat.

“Kami mengucapkan terima kasih ke semua pihak yang sudah memberi kritik, saran, dan masukan.”

“Kami akan terus memperbaiki sistem ini ke depan untuk bisa melayani masyarakat lebih baik,” terang Jumeri.

Untuk pengumuman PPDB SMA dan SMK negeri di Jateng, menurutnya dilakukan 9 Juli besok.

Sebelumnya sejumlah orang tua calon peserta didik warga Kelurahan Gedawang Kecamatan Banyumanik melayangkan protes ke SMAN 4 Kota Semarang, Jumat (5/7/2019) kemarin.

Para orang tua tersebut kecewa adanya kesalahan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) online.

Mereka tak terima anaknya tergeser sampai di SMA 1 Purwantoro, Wonogiri.

Data yang diterima awak media sistem zonasi PPDB online menyebutkan antara Kelurahan Gedawang dengan SMA 1 Purwantoro hanya berjarak lima kilometer.

Herman satu diantara orang tua warga Gedawang mengatakan anaknya tersebut mendaftar dua SMA yang sesuai zonasi yakni SMA 4 dan SMA 9. Namun pada kenyataannya anaknya terlempar hingga SMA 1 Purwantoro.

“Kelurahan dengan SMA 4 hanya berjarak 0,4 kilometer, dan menuju SMA 9 berjarak 1,4 kilometer.

Kalau tidak diterima SMA 4 harusnya ke SMA 9. Namun ini diterimanya SMA I Purwantoro Kabupaten Wonogiri,” paparnya.

Dirinya heran pada sistem online PPDB j­arak kelurahannya dengan SMA 1 Purwantoro tertulis lima kilometer.

Hal ini berdampak 38 calon peserta didik yang ada di Kelurahan Gedawang diterima di Wonogiri.

“Kesimpulannya SMA Wonogiri tak bisa kalau tak menerima anak-anak itu. Karena sec­ara aturan harus diterima tidak boleh tidak,karena zonasi lima kilometer itu. Jika 38 calon siswa tidak ada yang daftar ulang maka akan terjadi kekosongan kelas di sekolah tersebut,” ungkap dia.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12635 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video