Kapolda Jateng Jadi Khatib, Singgung Kelompok Merasa Paling Benar

Seruindonesia.com –¬†Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel, menjadi khotib dalam salat Idul Adha di Masjid Agung Jawa Tengah. Ia menyuarakan agar organisasi agama tidak merasa paling benar untuk menjaga persatuan bangsa.

Rycko mengawali khotbah dengan kisah Nabi Ibrahim AS yang harus mengurbankan putranya Nabi Ismail AS. Kemudian ia meminta agar meneladani sikap-sikap para nabi.

Dalam khotbahnya, Rycko menyebut sebagai anak bangsa menyayangkan adanya kerusuhan di tanah air justru dilakukan oleh orang-orang yang mengatasnamakan agama.

“Sebagai anak bangsa, kita sayangkan kerusuhan di tanah air justru dilakukan oleh orang yang mengatasnamakan agama, kebenaran, demokrasi, dan supremasi hukum. Orang ini dijelaskan di surat Al Baqarah ayat 11,” kata Rycko, Minggu (11/8/2019).

Kelompok tertentu yang merasa paling benar, kata Rycko berpotensi memecah umat Islam di Indonesia. Hal itu harus dicegah dengan meneladani sifat nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

“Tidak dilarang umat Islam berorganisasi, membentuk jemaah dan kelompok tertentu. Yang tidak boleh adalah merasa organisasinya paling Islam, (menyebut) lainnya kafir. Merasa kelompoknya paling berhak masuk surga, lainnya masuk neraka. Umat Islam akan kehabisan energinya,” ujarnya.

Hal yang perlu diteladani tersebut adalah kepatuhan kepada Allah SWT, kedisiplinan, kerelaan, keberanian termasuk berbagi atau pemerataan dan juga musyawarah.

“Mari kita ambil hikmah yang selaras untuk tetap mencintai Indonesia, jaga keutuhan, jaga Pancasila, jaga Bhinneka Tunggal Ika-nya, jaga UUD 45-nya,” pungkas Kapolda.

Untuk diketahui, Salat Idul Adha di Masjid Agung Semarang diimami oleh KH Zaenuri Ahmad Al Hafidz. Ada 12 kambing dan 8 sapi yang dikurban di MAJT, salah satu sapi dari Kapolda Jateng.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12309 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video