Hadapi Musim Kemarau El Nino, Karo Penmas Divhumas Polri BJP Dr. Dedi Prasetyo Tegaskan Antisipasi Lokasi Ektrem Rawan Kebakaran

Seruindonesia.com – Karo Penmas Divhumas Polri BJP Dr. Dedi Prasetyo MHum MSi MM menegaskan, setiap langkah yang dilakukan oleh jajaran dalam rangka menanggulangi kebakaran hutan baik dari sisi preemtif, preventif dan penegakan hukum, akan dievaluasi setiap bulannya.

Pernyataan singkat Prasetyo disampaikan kepada sejumlah wartawan di Jakarta dengan menyebut bahwa sampai dengan hari ini titik panas atau hotspot di tiap-tiap Polda mengalami penurunan.

“Langkah-langkah secara sistematis yang sudah dilakukan oleh Polda bekerjasama dengan TNI, Badan Penanggulangan Bencana dan pemerintah daerah setempat serta stakeholder terkait secara masif untuk melakukan pemadaman api,” tegas Dr. Dedi Prasetyo di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/8/2019) siang.

Disebutkan bahwa meski lainnya masih berproses namun dari 68 Kasus sudah 60 yang dijadikan tersangka oleh Polda Riau, salah satu diantaranya adalah korporasi.

“Pak Kapolri sudah menerbitkan Surat Perintah, kepada 6 tim dari Mabes Polri untuk melakukan asistensi kepada Polda Riau, Polda Sumatera Selatan, Polda Jambi, Polda Kalimantan Barat, Polda Kalimantan Tengah dan Polda Kalimantan Selatan.”

“Hari ini tim sudah bergerak untuk mengecek dan mengevaluasi sejauh mana efektivitas penanganan karhutla di tiap-tiap provinsi demikian juga penegakan hukum yang sudah dilakukan untuk melakukan evaluasi,” sebutnya.

Hal penting yang perlu diantisipasi menurutnya El Nino. Musim kemarau El Nino yang panjang dan kering dikawatirkan akan sampai pada puncaknya di September-Oktober.

“Akan terus kita antisipasi di bulan-bulan yang memiliki tingkat kekeringan yang sangat ekstrem diantisipasi karena itu sangat rawan terhadap pembakaran hutan,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Karo Penmas Divhumas Polri mengisahkan kronologi penyanderaan Alm Briptu Hedar. Dari perkembangan dari Polda Papua disebutkan, sudah membentuk tim yang menangani kasus pembunuhan yang dilakukan oleh KKB terhadap korban atas nama Briptu Hedar.

“Kemarin tim dari Polda Papua bersama dari Polres melakukan olah TKP di mana korban ditemukan di Distrik Usir Kabupaten Puncak Jaya,” tuturnya.

Kemarin katanya, sekira pukul 11 – 12 siang, tim mendatangi TKP dan terjadi serangan berupa tembakan dari kelompok KKB. Namun SOP dari tim olah TKP (Polda maupun Polres) dijaga tim pengamanan dari TNI dan Brimob.

“Begitu ada tembakan, tim pengamanan gabungan dari TNI POLRI langsung melakukan pengajaran terhadap titik asal suara tembakan. Namun di titik tembakan tidak ditemukan anggota KKB hanya beberapa amunisi bekas,” pungkasnya.

Seperti disebutkan bahwa Polri maupun TNI bersama pemerintah daerah setempat tetap berfokus pada pemeliharaan, keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Penegakan hukum tetap kita lakukan dalam rangka untuk memitigasi ancaman KKB ataupun pelaku-pelaku KKB mengulangi lagi perbuatannya.”

Penegakan hukum secara tegas dan terukur akan terus dilakukan oleh tim gabungan dari TNI, Polri dan tentunya melibatkan stakeholder terkait,” katanya.

Diyakini olehnya bahwa hingga saat ini kondisi di Papua sangat kondusif. Karena jumlah personil di Papua cukup memberikan jaminan keamanan dan ketertiban.

“Jadi beberapa distrik, beberapa wilayah mereka punya kogap masing-masing, kogap itu yang bertanggung jawab di wilayah itu di distrik dan memiliki sub-sub komandan yang ikut beroperasi di wilayah Papua,” tandasnya.

Untuk diketahui Alm.Briptu Hedar memiliki kedekatan dengan masyarakat Papua. “Mereka disana sangat dekat dengan korban dan korban cukup menguasai wilayah Papua bersama rekannya Briptu Alfonso,” tutupnya.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12309 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video