Polisi Tetapkan Veronika Koman Menjadi Tersangka Penyebar Hoax di Papua

Seruindonesia.com – Tersangka kasus insiden Asrama Mahasidi Jalan Kalasan Surabaya, Jawa Timur, bertambah satu lagi. Tersangka baru itu adalah Veronica Koman (VK), figur yang condong menyokong aktivis mahasiswa dan pemuda Papua menyuarakan referendum.

Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur semula memasukkan VK dalam daftar saksi pada penyidikan kasus Asrama Papua di Kalasan. Dipanggil dua kali untuk dimintai keterangan, namun dia tidak hadir. Keterangan VK diperlukan karena diketahui aktif mengunggah video dan informasi soal Papua, termasuk di asrama Kalasan.

Tersangka kasus insiden Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, Jawa Timur, bertambah satu lagi. Tersangka baru itu adalah Veronica Koman (VK), figur yang condong menyokong aktivis mahasiswa dan pemuda Papua menyuarakan referendum.

Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur semula memasukkan VK dalam daftar saksi pada penyidikan kasus Asrama Papua di Kalasan. Dipanggil dua kali untuk dimintai keterangan, namun dia tidak hadir. Keterangan VK diperlukan karena diketahui aktif mengunggah video dan informasi soal Papua, termasuk di asrama Kalasan.

Setelah dilakukan pendalaman dan juga penelusuran di handphone, ternyata VK salah satu yang sangat aktif melakukan provokasi, di dalam maupun luar negeri, untuk sebarkan hoaks. VK sangat aktif. Hasil gelar tadi malam, kami tetapkan Saudara VK sebagai tersangka,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di kantornya di Surabaya pada Rabu, 4 September 2019.

Luki mengatakan, VK terpantau hadir dalam aksi mahasiswa Papua di Surabaya pada bulan Desember 2018. Saat itu, dia disebut membawa jurnalis asing. Saat kejadian di Asrama Mahasiswa Papua di Kalasan pada Agustus lalu, VK diketahui tidak ada di lokasi namun aktif di media sosial.

Luki mengatakan, sejak 17 Agustus 2019, banyak informasi soal Papua yang tidak benar disebarkan VK di media sosial sehingga memicu terjadinya kerusuhan. Seperti menyampaikan informasi penembakan disertai serbuan gas air mata saat evakuasi penghuni asrama. “Banyak sekali provokasi dilakukan dan sampai kini masih bisa dilihat di media sosial,” ujarnya.

Memang, di media sosial VK aktif mengunggah foto, video, dan informasi soal dinamika Papua, terutama lewat Twitter. Di Twitter, dia menggunakan akun bernama @VeronicaKoman. Penelusuran VIVAnews di akunnya, unggahan terakhir VK ialah link berita dari sebuah portal berita nasional yang mengabarkan penetapan 68 tersangka rusuh Papua.

Informatika Rudiantara mengungkapkan ada ratusan ribu hoax yang menyebar terkait isu Papua. Mengenai bagaimana Kominfo menentukan suatu informasi hoax atau bukan, Rudiantara mengklaim pihaknya punya mekanisme.

“Ada, kita punya mekanisme. Kominfo memiliki mekanisme. Kominfo kan tak mungkin melakukan mencap ini hoax tanpa informasi yang benar. Nanti disangkanya Kominfo yang menyebarkan hoax,” kata Rudiantara soal penelusuran hoax mengenai Papua di kantornya di Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa 3 September 2019.

 

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 13131 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video