Hati Yang Tersiksa

 

Saya Mahasiswi Papua yang berasal dari salah satu kabupaten di pegunungan Papua, ingin menyampaikan kata hati saya dan teman-teman yang kami rasakan.

Saya mewakili teman-teman mahasiswa/i yg merupakan mahasiswa/i eksodus yang pulang ke Papua beberapa waktu yang lalu, awalnya saya tidak ingin kembali ke Papua sebelum menyelesaikan studi saya namun karena adanya tekanan dan paksaan serta intimidasi yang dilakukan oleh senior-senior kami, yang hampir setiap hari mereka datang mengancam saya dan teman-teman saya yang datang ke asrama kami.

Setibanya saya di Papua, saya melihat tidak terjadi apa-apa seperti yang diisukan oleh para senior kami, mereka mengatakan kalau Papua kacau, segera pulang ke Papua karena Papua akan merdeka nanti orang Papua akan diusir dari indonesia. Ternyata tidak, saya melihat situasi Papua baik-baik saja.

Sampai hari ini saya sangat menyesal, kenapa saya berada di sini, sedangkan studi saya tidak lama lagi akan selesai, dalam hati saya menangis, orang tua di kampung berharap saya dapat menyelesaikan kuliah saya, dan pemerintah yang sudah memberikan bantuan biaya perkuliahan semuanya akan menjadi sia-sia.

Kepada siapa saya harus mengatakan ini? Saya dan beberapa teman saya merasa takut, karena bilamana kami kembali studi maka sesuatu akan terjadi kepada kami, hampir setiap saat kami diintimidasi, baik secara langsung maupun lewat chatingan di group wa.

Setiap saya mencoba untuk berdiskusi memulai dengan kalimat “kembali untuk studi” kami selalu Mendapat cemohan dan ancaman oleh senior2 dan beberapa orang yang tergabung dalam organisasi KNPB.

Saya dan teman-teman sudah merasa tidak nyaman lagi, kami mohon kepada siapapun yang membaca ini dapat membantu agar kami dapat melanjutkan studi kami, sehingga kami bisa membuat bangga orang tua serta kami bisa mengabdikan diri untuk membangun Papua. Tidak adil bagi saya dan teman-teman apa yang sudah pemerintah berikan buat kami.

Kembali studi bagi kami adalah mutlak dan layak karena kami bagian dari generasi penerus Papua, kami mempunyai harapan dan impian yang besar dengan bekal ilmu yang kami dapatkan dari hasil studi kami, namun harapan ini akan kosong ketika kami tidak bisa melanjutkan studi kami.

Untuk itu kami mohon kepada siapapun baik pemerintah maupun aparat, agar dapat mengeluarkan kami dari penyiksaan ini.

Sengaja saya tidak menuliskan nama ataupun identitas saya, karena ini demi keamanan saya, teman-teman dan keluarga saya.

Numbay 02/11/2019

An. Mahasiswa/i Eksodus

Terima kasih.
Salam Mahasiswa/i Eksodus

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12769 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video