Dorman Wandikbo : OPM yang Kibarkan Bendera di Gereja adalah Menistakan Agama

seruindonesia.com – “Lebih baik begitu mereka serukan semua orang papua harus beribadah di gereja karena dengan begitu tidak akan ada kerusuhan, demo, dan kekacauan apalagi mau sampai ada  berkibarnya bendera bintang kejora di sembarang tempat,” ucap Dorman Wandikbo.

Itu sepenggal kalimat yang disampaikan oleh Dorman Wandikbo yg dikutip dari media bisnis-papua.com pada hari sabtu 30/11/2019.

Bapak Dorman Wandikbo selaku tokoh agama yaitu sebagai presiden gereja injil di indonesia (GIDI) menilai wajar jika masyarakat papua merayakan peringatan 1 desember apalagi dengan melakukan ibadah dan doa bersama.

Siapa saja berhak untuk melakukan ibadah dan doa bersama, namun ada satu hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa kegiatan perayaan 1 desember papua merdeka dapat mengganggu jemaat lainnya dalam beribadah karena tidak semua jemaat adalah bagian dari yang mendukung papua merdeka.

Sebagai seorang tokoh agama atau presiden GIDI di Papua, tentunya Dorman Wandikbo sangat memahami rumah ibadah itu digunkan untuk apa, tentunya bukan untuk urusan politik, apalagi kegiatan yang bertentangan dengan pemerintah, sesuai dengan ajaran Kristus bahwa pemerintah adalah perwakilan dari Allah.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan diluar dari dari konteks agama dan dilakukan di dalam rumah ibadah dapat menimbulkan penistaan terhadap agama.

Larangan Tuhan Yesus Kristus seperti yang tertulis dalam Kitab Ijil Perjanjian Baru, _*Lukas 19:45-48, “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: ‘Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah Doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.’’*_

_*Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem; Ia mendapati para pedagang lembu, kambing-domba dan penukar-penukar uang, ada di dalam Bait Suci. Melihat kondisi ini, maka Tuhan Yesus bertindak dengan mengusir mereka semua dari Bait Suci, dan menegaskan bahwa “Rumah-Ku adalah Rumah Doa.” Pernyataan Tuhan Yesus ini mengajarkan kita tentang:*_

_*Pertama, Tuhan Yesus mengingatkan orang Yahudi bahwa hal utama (prioritas utama) dengan adanya Bait Allah (Gereja/Rumah Doa) adalah untuk menjadi sarana bagi semua orang untuk berdoa kepada Allah, bukan untuk berjualan dan mencari keuntungan secara pribadi apalagi Berpolitik.*_

_*Karena itu, Tuhan Yesus memberikan teladan, bahwa ketika Ia memasuki Bait Suci (Gereja/Rumah Doa), Ia mengajarkan Taurat Tuhan dengan penuh kesungguhan, sehingga seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia. Fungsi utama dari keberadaan Bait Suci (Gereja/Rumah Doa) telah ditegakkan kembali oleh Tuhan Yesus, sehingga setiap umat yang datang ke Bait Suci (Gereja/Rumah Doa) dapat belajar akan Taurat Tuhan dan berdoa kepada Allah. Bukan melakukan hal-hal yang dapat mengacaukan umat lain yang sedang bersungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan.*_

Hari ini, minggu 1 desember 2019, sekelompok orang menggunakan atribut bintang kejora yang merupakan bagian dari lambang organisasi Papua merdeka saat beribadah di gereja, tentunya ini sangat mengganggu orang lain yang sedang melaksanakan ibadah. Lain halnya kalau kegiatan ini dilakukan dalam komunitas papua merdeka silahkan.

Hukum-hukum Tuhan juga meminta untuk menjaga perasaan,  hati, dan tingkah laku kita terhadap orang lain, sehinga orang lain yang berada di sekitar kita bisa merasa tenang, tentram dan damai dalam kasih Tuhan. Setiap manusia yang hidup di dunia berhak untuk mendapatkan kedamaian.

Mari kita jaga tanah papua ini melalui perasaan, ucapan, dan tingkah laku, jangan lagi kita mementingkan urusan kita namun mengabaikan kedamaian orang lain.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12857 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video