Strategi Humas Polri Dalam Mengelola Media “Guna Meningkatkan Kepercayaan Publik Untuk Menjaga Stabilitas Keamanan Negara Menuju Indonesia Maju”

Seruindonesia com -Jakarta,9 Desember 2019-FGD DIVISI HUMAS POLRI “Strategi Humas Polri dalam Mengelola Media Guna Meningkatkan Kepercayaan Publik untuk Menjaga Stabilitas Keamanan Negara menuju Indonesia Maju”

Dalam sudut media/media sosial

Kemajuan teknologi yang begitu cepat membuat media juga berkembang dengan sangat pesat. Perilaku masyarakat dalam menggunakan media pun juga telah berubah, yang dahulu lebih pasif kini menjadi lebih aktif dalam memakai dan menanggapi sebuah pesan yang disampaikan oleh media.Kemajuan teknologi pun kini menjadi ancaman bagi keberadaan media cetak di berbagai negara.

Media komunikasi adalah suatu alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak.Media dominan dalam berkomunikasi adalah pancaindera manusia seperti telinga dan mata.Media juga merupakan jendela yang memungkinkan kita untuk dapat melihat lingkungan yang lebih jauh, sebagai penafsir yang membantu memahami pengalaman,Sebagai landasan penyampai informasi, Sebagai komunikasi interaktif yang meliputi opini audiens, Sebagai penanda pemberi intruksi atau petunjuk , Sebagai penyaring atau pembagi pengalaman dan fokus terhadap orang lain, cermin yang merefleksikan diri kita dan penghalang yang menutupi kebenaran.

Media komunikasi juga dijelaskan sebagai sebuah sarana yang dipergunakan sebagai memproduksi, reproduksi, mengolah dan mendistribusikan untuk menyampaikan sebuah informasi.Media komunikasi sangat berperan penting bagi kehidupan masyarakat.Secara sederhana,sebuah media komunikasi adalah sebuah perantara dalam menyampaikan sebuah informasi dari komunikator kepada komunikan yang bertujuan agar efisien dalam menyebarkan informasi atau pesan. Komunikasi merupakan bentuk percakapan yang berlangsung atas dasar persamaan persepsi. Komunikasi dalam bahasa inggris communicationberasal dari kata latin communicatio dan berasal dari kata communis yang berarti sama.

Terkait dengan isu-isu di media sosial terutama kasus papua dan ini kita bicara masalah media Online serta kita bicarakan media twitter dimana kita akan bicarakan media trening topik dan ini sudah masuk di kalangan polri.Secara umum polri di bicarakan di media sosial.

 

Dulu tidak ada bentuk kejahatan bernama hoaks, sekarang barang itu sudah ramai bermunculan di media sosial tumbuh subur bagai gurita, mendegradasi ruang literasi publik pemberitaan.PERAN media massa sudah tak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat. Media massa memiliki kekuatan jaringan, daya jangkau, dan kepercayaan dari komunitas pembaca yang besar. Kekuatan tersebut membuat mereka leluasa untuk membentuk opini publik.

Apa yang bisa diambil pelajaran dalam kasus tersebut? Kasus tersebut menunjukkan lemahnya Polri dalam membangun citra dirinya di media. Meski berpartner dengan media massa sejak lama, namun dalam kasus tersebut Polri menjadi pihak yang disudutkan.

Hal ini, salah satunya, karena selama ini hubungan Polri dengan media cenderung tidak pernah ada ikatan khusus yang dibangun lama dan konsisten. Polri hanya membutuhkan media saat membutuhkan pemberitaan. Begitu juga sebaliknya, media hanya membutuhkan Polri saat butuh berita.

Akibatnya, upaya Polri untuk menghadapi opini yang menyudutkan (counter public opinion) bersifat reaksioner, sementara, instan, dan tidak memiliki efek berkelanjutan. Relasi yang “tidak sehat” tersebut harus diubah. Pendekatan terhadap media tidak bisa dilakukan terus menerus seperti itu.

Apalagi,di era media sosial, interaksi terhadap masyarakat berubah drastis. Pendekatan yang sama tidak bisa terus dilakukan. Begitu juga media massa. Media massa yang dulu sangat kuat dalam membentuk opini kini mendapat tantangan dengan adanya media sosial. Jika media massa membentuk opini, media sosial akan menjadi alternatif bahkan justru jadi opini tandingan.

Keynote Speaker & Narasumber :Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H (Kepala Divisi Humas Polri)

Irjen. Pol. (Purn) Bekto Suprapto (Komisioner Kompolnas)

Dra.Rosarita Niken Widiastuti, M.Si. (Sekretaris Jenderal Kemenkominfo)

Rustika Herlambang (Direktur Komunikasi Indonesia Indicator)

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12961 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video