Empat Pelaku Pengangkut Hasil Tambang Ilegal Diamankan Polda

Seruindonesia.com – Palu(15/1) Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulteng mengamankan 4 orang yang diduga melakukan Tindak pidana bidang Minerba dan Batubara berupa mengangkut mengangkut material hasil tambang berupa pasir (Reff) Tanpa memiliki izin dari pejabat yang berwenang.

Adapun kronologis perkara tersebut sebagai berikut :

Pertama, Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-A /12/I/2020/SULTENG/SPKT, Tanggal 08 Januari 2020. Pada hari rabu tanggal 8 Januari 2018 sekitar pukul 04.00 wita di Jalan gunung sari Kelurahan Kawatuna Kecamatan Mantikulore kota Palu personil Ditreskrimsus Polda Sulteng menemukan mobil sedang mengangkut material hasil tambang berupa pasir (Reff) Tanpa memiliki izin dari pejabat yang berwenang.

Dalam Perkara ini petugas berhasil mengamankan 2 orang diduga pelaku :
1. YK,37 tahun, alamat Desa maranata Kec.Biromaru Kab.Sigi
2. B,33 tahun, alamat Desa maranata Kec.Biromaru Kab.Sigi
Serta Petugas menyita Barang Bukti Berupa :
1. Satu unit Mobil Mega Carry warna Putih
2. Tujuh belas Karung Material Pasir (Reff)

Kedua, Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-A /13/I/2020/SULTENG/SPKT, Tanggal 08 Januari 2020. Pada hari selasa tanggal 7 Januari 2018 sekitar pukul 20.30 wita di Jalan gunung sari Kelurahan Kawatuna Kecamatan Mantikulore kota Palu personil Ditreskrimsus Polda Sulteng menemukan mobil sedang mengangkut material hasil tambang berupa pasir (Reff) Tanpa memiliki izin dari pejabat yang berwenang.

Dalam Perkara ini petugas berhasil mengamankan 2 orang diduga pelaku :
1. R,34 tahun,alamat dongi – dongi Kec.Lore utara Kab.Poso
2. T,37 Tahun, alamat dongi – dongi Kec.Lore utara Kab.Poso

Serta Petugas menyita Barang Bukti Berupa :
1. Satu unit Mobil merk toyota TS Warna Hitam
2. Dua Puluh dua Karung Material Pasir (Reff)
Berdasarkan pemeriksaan saksi dan tersangka diketahui bahwa ke empat tersangka telah terbukti melakukan tindak pidana bidang Minerba dan Batubara berupa mengangkut material hasil tambang berupa pasir (Reff) Tanpa memiliki izin dari pejabat yang berwenang. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 dan 161 undang – undang no 04 tahun 2009 tentang pertambangan minerba. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Berkaitan dengan perkara tersebut saat ini penyidik telah mengambil langkah-langkah :
1. Pemeriksaan 7 orang saksi
2. Pemeriksaan 2 orang Ahli
3. Penyitaan Barang bukti sebagaimana tersebut diatas.
4. Penahanan kepada para tersangka di Rutan Polda Sulteng

Polda Sulteng Sulteng dan jajaran akan konsisten untuk melakukan penegakkan hukum terhadap para pelaku pertambangan tanpa ijin atau PETI, terlebih apabila pertambangan itu sebagai penyebab terjadinya Banjir atau tanah longsor di Sulawesi Tengah

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 12961 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video