Canggih! TNI Ciptakan Ban tanpa Udara, Anti Bocor, dan Tahan Peluru

Seruindonesia.com – Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD mengembangkan inovasi baru ban tanpa udara yang terinspirasi produk serupa ciptaan pemanufaktur ban global. Pengembangan dimulai pada tahun 2019 dan sudah dilakukan pengujian pada awal tahun 2020 ini.

Hal tersebut dijelaskan oleh Komandan Poltekad Kodiklat TNI AD Brigadir Jenderal Nugraha Gumilar terkait ide ban tanpa udara yang terinspirasi dari para insinyur otomotif dunia yang mampu membuat ban kendaraan fungsional tanpa perlu diisi udara.

Menurut Nugraha Gumilar, pembuatan, pengembangan, dan pengujian ban tanpa udara tersebut dilakukan di Batu, Jawa Timur.

“Kami nyoba buat juga, kalau kualitasnya, tidak kalah. Jadi kita bangga juga dengan produk dalam negeri,” kata Nugraha Gumilar, Kamis (16/07/2020).

Leboh jauh Nugraha Gumilar menjelaskan, pengembangan ban menggunakan teknologi, peralatan, dan material sederhana. Misalnya pada bagian seperti jari-jari berongga seperti sarang lebah dibuat menggunakan karet mentah olahan senyawa kimia.

Olahan itu kemudian dicetak lalu disambung ke bagian tapak ban menggunakan sistem vulkanisir.

“Karena memang laboratorium kami belum secanggih seperti produsen-produsen ban begitu,” kata dia.

Nugraha Gumilar memaparkan, pengembangan ban ini memang tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. Para siswa juga sempat merasakan gagal saat membuat ‘adonan’ karet mentah yang dicampur zat kimia. Akan tetapi, pada akhirnya mereka terus meracik ramuan khusus hingga formula dirasa tepat.

“Pertama itu gagal karena olahan karet terlalu empuk. Terus dibuat lagi dan sudah lumayan keras tapi lebih fleksibel menahan beban. Itu kemudian dicetak sesuai ukuran ban,” kata dia.

“Kemudian ada juga yang antara tapak dengan jari-jari ban ini kami rekatkan menggunakan lem. Tapi ternyata tidak kuat dia, sudah pecah-pecah gak lama,” sambung Nugraha Gumilar.

Formula terbaru ban tanpa udara karya Poltekad telah diuji coba pada pikap kabin ganda. Nugraha Gumilar mengklaim, ban tersebut kuat menahan beban hingga dua sampai empat ton.

“Tapi kalau mau dipakai ke mobil besar lagi harus bikin jaring-jaringnya yang lebih kuat dan fleksibel lagi,” jelasnya.

Ban tanpa udara dibuat dengan struktur unik yang memiliki banyak rongga. Struktur ini punya banyak fungsi, di antaranya sebagai penyangga dan peredam. Struktur itu, yang berperan seperti jari-jari pelek, menimbulkan penampilan berbeda dari ban pada umumnya.

Nugraha bilang kelebihan ban tanpa udara yakni tidak mungkin bocor saat tertusuk benda tajam, misalnya seperti paku besar. Selain itu dikatakan juga ban kebal serangan tembakan pistol.

“Jadi kena paku, batu, ya tidak bocor. Jalan terus. Kedua ditembak peluru tidak rusak karena bisa mantul. Kecuali diberondong peluru mungkin rusak, tapi tidak langsung rusak saat itu. Terus ini saat kena batu lentur,” ucap dia.

Sejauh ini ban sudah diuji coba pada pikap kabin ganda mengitari area perkotaan di Batu. Ia juga mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan agar formulanya sempurna.

“Kalau di perkotaan sudah diuji coba hampir dua jam tidak ada masalah. Nanti kami ingin coba lagi misalnya di jalan tol dengan kecepatan sekian, durasi berapa jam. Kami ingin tau kalau kondisi panas sekali ban kuat tidak, meleleh tidak. Jadi kami akan terus kembangkan,” ungkap Nugraha Gumilar.

Komentar

Komentar Anda

Tentang seruni cyber 13296 Articles
Portal Berita Nasional, Jagonya Pemberitaan !!! Nusantara | Peristiwa | Lifestyle | E-tainment | Sport | Artikel | Video